Honda Menyatakan Siap Jual Mobil Berbahan Bakar Gas di Indonesia

kumparanOTOverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Mobil berbahan bakar gas  (Foto: classicmotorstt.net)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil berbahan bakar gas (Foto: classicmotorstt.net)

Honda Prospect Motor (HPM) menyambut baik wacana setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus punya minimal satu unit mesin pengisian (dispenser) BBG. Honda pun sudah memiliki teknologi mobil berbahan bakar gas dan siap dipasarkan bila infrastrukturnya siap.

"Dedikasi terhadap gas ini kelihatan sekarang lebih keras. Dulu cuma wacana saja tapi sekarang sudah mulai pemerintah lebih ada arah ke sana, dan tentunya gas merupakan pilihan lebih murah dibanding BBM," kata Marketing & After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy menjawab pertanyaan kumparan (kumparan.com), yang ditulis Jumat (17/3).

Soal mobil BBG, Honda sendiri pernah mendonasikan satu unit sedan City CNG ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mobil yang diserahkan itu sama-sama dengan versi bensin yakni menggunakan mesin 1,5 liter i-VTEC SOHC empat silinder.

Menurut Jonfis, hadirnya mobil gas jadi solusi untuk menghemat pengeluaran bahan bakar. "Itu memberikan benefit pada konsumen karena dari segi operasional cost kan jauh lebih murah," imbuhnya. Garuda Indonesia misalnya, mereka membeli Mobilio dengan bahan bakar gas. Bahkan mereka punya infrastruktur pengisian SPBG sendiri.

SPBG PGN (Foto: bumn.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
SPBG PGN (Foto: bumn.go.id)

"(Dari sisi pabrikan) kami punya teknologinya, kalau nanti pemerintah siap (infrastruktur SPBG memadai) saya rasa semua pihak bisa siap," kata Jonfis.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan Peraturan Menteri (Permen) baru untuk meningkatkan penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG).

Adapun, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, ia akan mempercepat penyelesaian Permen baru tersebut. "Kewenangannya (aturan) di saya, itu nanti, kalau saya bilang nanti artinya seminggu dua minggu (rampung)," kata Jonan saat ditemui media di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/3).