Honda Siapkan 1.300 Titik Layanan Motor Listrik, Perkuat Jaringan Swap Station

PT Astra Honda Motor (AHM) mendorong penetrasi di segmen motor listrik dengan fokus pada penguatan layanan pendukung.
Meski model yang dipasarkan belum ada model baru, pabrikan berlambang sayap ini berencana mengejar percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui penyebaran swap station atau battery exchanger (BEX) di berbagai wilayah.
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, menyampaikan bahwa perluasan jaringan swap station akan menjadi agenda besar pada 2026.
“Honda masih akan mempertahankan yang sekarang existing, tapi tentunya dengan perbaikan layanan, memperbanyak titik-titik swap station atau BEX-nya. Kemudian juga menjangkau jaringannya, nanti akan nambah tuh di seluruh Indonesia,” jelas Octa di Tangerang baru-baru ini.
Saat ini, fasilitas BEX Honda baru tersedia di Jakarta dengan jumlah 22 titik. Jumlah tersebut masih jauh dari ideal bila dibandingkan dengan kebutuhan pengguna motor listrik yang terus meningkat.
“Swap kami masih cuma di Jakarta, 22 titik. Tetapi di seluruh Indonesia jaringan kami yang mungkin akan 1.300-an titik tahun ini, itu akan siap untuk melayani,” kata Octa.
Selain menambah titik BEX, AHM juga menyiapkan alternatif pengisian daya lain di jaringan layanan yang sudah ada.
“Meskipun tidak bentuknya BEX, ya, tetapi akan disediakan charging station ataupun docking itu. Yang bisa orang juga memanfaatkan pada saat servis,” ujar Octa.
Strategi ini menjadi bukti bahwa Honda tidak hanya fokus menjual motor listrik, tetapi juga serius membangun ekosistem pendukungnya. Penyebaran swap station, charging station, hingga docking point di jaringan luas Honda diyakini akan mempermudah pengguna dalam menjaga ketersediaan daya motor listrik mereka.
Dengan target jaringan layanan mencapai sekitar 1.300 titik pada tahun ini, Honda berharap konsumen di luar Jakarta dapat merasakan kemudahan akses infrastruktur pengisian daya. Ekspansi ini diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran calon pengguna terkait jarak tempuh dan waktu pengisian baterai.
Kehadiran jaringan swap station dan fasilitas pengisian daya yang semakin merata juga selaras dengan upaya pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik. Infrastruktur yang kuat bakal menjadi kunci untuk menarik minat masyarakat beralih ke motor listrik yang lebih ramah lingkungan.
