Indomobil Akuisisi 99,9 Persen Saham Nissan Motor Indonesia

4 September 2025 5:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indomobil Akuisisi 99,9 Persen Saham Nissan Motor Indonesia
Indomobil rampungkan akuisisi 99,9 persen saham Nissan Motor Indonesia. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Ilustrasi Pabrik Nissan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pabrik Nissan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk baru saja menyelesaikan akuisisi hampir seluruh saham milik PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Kabar ini dibenarkan oleh Presiden Direktur Indomobil, Jusak Kertowidjojo.
ADVERTISEMENT
"Betul," urai Jusak singkat ketika dikonfirmasi kumparan, Rabu (3/9/2025).
Pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), akuisisi tersebut dilakukan lewat anak usaha Indomobil yaitu PT National Assembler (NA) sebesar 99,9 persen dari Nissan Motor Corporation setelah menandatangi Akta Jual Beli Saham No. 80 tanggal 29 Agustus 2025.
Sayangnya, ketika disinggung mengenai rencana jangka pendek PT NA untuk merakit model-model Nissan ke depannya, Jusak enggan merespons.
Aktivitas produksi mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) GAC AION V di fasilitas perakitan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) milik PT National Assemblers (Indomobil Group) di Purwakarta, Jabar, Selasa (10/6/2025). Foto: Indomobil Group
Lebih lanjut, dalam laporan tersebut dijelaskan dampak kejadian, informasi atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan perusahaan adalah meningkatkan kinerja usaha di Indomobil Group, dengan menambahkan portofolio perusahaan yang bergerak di bidang perakitan kendaraan bermotor.
Adapun pabrik PT National Assembler saat ini kebanyakan menaungi jenama asal China seperti GAC AION dan Maxus, serta calon kemungkinan berikutnya Changan. Lainnya seperti Volkswagen dan Citroen yang sudah memiliki model Completely Knocked Down atau CKD.
ADVERTISEMENT
Data Kementerian Perindustrian, total investasi PT NA mencapai Rp 621,15 miliar. Rinciannya Rp 105,71 miliar dari Citroen, Rp 442,41 miliar dari GAC AION, sebanyak Rp 21,34 miliar dari Maxus, dan sebanyak Rp 51,69 miliar dari Volkswagen.
Sementara rencana kapasitas produksi per tahun totalnya 61 ribu unit. Masing-masing Citroen 15 ribu unit, GAC AION 25 ribu unit, Maxus sebanyak 6 ribu unit, dan Volkswagen disiapkan 15 ribu unit dengan status fasilitas siap beroperasi.