Indonesia Keluar dari Resesi Bakal Akselerasi Penjualan Mobil Baru?
·waktu baca 1 menit

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto berharap keluarnya Indonesia dari zona resesi bisa berdampak positif terhadap industri otomotif.
Badan Pusat Statistik (BPS) BPS melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen pada kuartal I 2021.
"Kalau pertumbuhan ekonomi meningkat, biasanya penjualan otomotif juga akan ikut terkerek," ucapnya kepada kumparan, Kamis (5/8).
BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus sejak kuartal II 2020, yang merupakan efek dari pandemi COVID-19.
- Kuartal II 2020 (-5,32 persen) - Kuartal III 2020 (-3,45 persen) - Kuartal IV 2020 (-2,19 persen) - Kuartal I 2021 (-0,74 persen)
PPKM
Meski demikian, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi, berpendapat bahwa pertumbuhan penjualan di roda empat masih terganjal dengan aturan PPKM.
"Market harus kita lihat lagi, pasalnya kondisi kan masih PPKM," kata Anton.
Jongkie berharap, pandemi bisa segera terkendali dan membuat kegiatan produksi, penjualan di diler-diler bisa berjalan normal kembali.
Sementara itu, penjualan mobil nasional pada semester I 2021 tumbuh 50,79 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Bila distribusi mobil dari pabrik ke diler (wholesales) semester I tahun lalu hanya 260.932 unit, periode tahun ini mencapai 393.469 unit.
Dalam kesempatan yang berbeda, Jongkie menyebut bahwa peningkatan penjualan mobil baru tak terlepas dari adanya diskon PPnBM. Ia memprediksi penjualan mobil nasional akan berada di angka 750 ribu unit tahun ini.
