Ini Kode Bahaya Sopir Bus ke Pengendara Belakang

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus melintasi lokasi kecelakaan beruntun di KM 150 Tol Cipali. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bus melintasi lokasi kecelakaan beruntun di KM 150 Tol Cipali. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sudah bukan rahasia lagi jika lampu sein pada bus punya kode atau lain, selain daripada digunakan sebagai isyarat untuk atau hendak berbelok. Utamanya ketika berada di jalur luar kota atau jalan tol.

Ya, sopir bus kerap menggunakan lampu yang berkedip ini untuk berkomunikasi dengan pengendara lainnya. Terutama bagi kendaraan lain yang hendak membuntuti bus saat menyalip.

Bus punya dimensi yang panjang dan tinggi, membuat kendaraan di belakangnya memiliki blind spot atau pandangan ke depan yang terbatas. Sehingga sopir bus merasa perlu memberi tanda kepada kendaraan yang berada persis di belakangnya.

Namun, meski tujuannya serupa, ternyata cara memberi tanda lampu sein kepada pengendara lainnya bisa berbeda tergantung daerah yang dilaluinya. Salah satu pengemudi bus pariwisata yang kumparan temui, Dedy menjelaskan perbedaan serta artinya.

Lampu sein bus yang menyala terus menandakan sesuatu. Foto: dok. Nugroho Febianto

“Contohnya kalau di jalan biasa, ketika hendak menyalip dari kanan dengan mengekor bus itu lihat nyala lampu seinnya. Kalau yang nyala terus bagian kanan itu aman diikuti, kalau nyala kiri sebaiknya jangan. Rawan crash soalnya, ini juga berlaku di jalan tol,” buka Dedy di Brebes, Jawa Tengah (5/7/2023).

Pria yang pernah mengabdi sebagai pengemudi bus AKAP ini menambahkan, cara itu umum dijumpai di Pulau Jawa. Tetapi berbeda ketika berada di Pulau Sumatera, Dedy bilang justru malah sebaliknya.

“Di Sumatra, kalau kita nyalip kanan, lampu seinnya yang nyala itu justru yang kiri itu berarti aman, begitu juga sebaliknya. Karena kan kalau di Sumatra rata-rata itu jalurnya satu (satu jalur dengan dua lajur). Aturan ini berlaku untuk semuanya (bus dan truk),” pungkasnya.

Namun Dedy menegaskan, tidak setiap sopir bus pasti akan melakukan cara tersebut ketika menyalip. Sehingga diharapkan setiap pengguna jalan lainnya yang ingin mengikuti di belakang bus agar tetap waspada dan berhati-hati.

***