Ini Komponen yang Berpotensi Rusak, Akibat Mobil Terendam Banjir

5 Januari 2020 16:02
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mobil terendam banjir di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil terendam banjir di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Pasca banjir yang terjadi pada Rabu (1/1) lalu di sebagian besar wilayah Jabodetabek, mengakibatkan banyak mobil terendam air, lantaran sang pemilik tak berhasil mengevakuasinya ke tempat aman.
ADVERTISEMENT
Setidaknya ada empat sektor pada kendaraan yang berpotensi mengalami gangguan, bahkan hingga mengalami kerusakan parah. Berikut lebih lengkapnya.

Kelistrikan

Ini menjadi cukup vital dan terbilang rentan dengan air. Potensi korsleting listrik akan sangat besar.
Karena itu, selalu rekomendasinya untuk sesegera mungkin mencabut sisi negatif aki saat mobil mulai terendam banjir, tujuannya agar tidak ada lagi arus listrik yang mengalir.
Ilustrasi Setrum Aki Mobil Foto: dok. Tookapic/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Setrum Aki Mobil Foto: dok. Tookapic/Pexels
“Komponen kelistrikan yang akan berdampak seperti ECU atau relay-relay, dan berpotensi arus pendek,” ujar Indra Setiawan, Public Relation Department Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada kumparan.
Tentu saja bila sektor kelistrikan tidak segera dikeringkan dan diperbaiki bila rusak, akan membuat mobil tidak bisa menyala karena tidak ada arus listrik yang mengalir.
ADVERTISEMENT

Mesin

Kerusakan parah juga bisa mengancam bagian ini, apalagi bila mobil langsung dinyalakan saat kondisi habis terendam banjir.
Khawatirnya ada air di dalam lubang saluran udara, sehingga membuat air tersebut masuk terisap ke mesin. Air yang masuk tersebut, akan bercampur dengan oli dan membuat pembakaran kompresi tidak bisa dilakukan.
Ilustrasi mesin mobil Foto: muhammad ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mesin mobil Foto: muhammad ikbal/kumparan
Potensi kerusakan komponennya sendiri, yaitu blok mesin, packing head, dan beberapa lain-lain. “Efeknya bisa menjadikan mobil tidak hidup atau mesin hesitation,” jelas Indra.

Interior

Selanjutnya sektor interior. Komponen yang pasti mengalami kerusakan mulai dari karpet dasar, jok, door trim, dashboard, bahkan plafon akan menjadi basah dan lembab, bila air merendam penuh kabin.
Kondisi itu akan menimbulkan bau tidak sedap serta berjamur. Bila tak memperbaiki atau membersihkan dengan benar, bisa membuat penghuninya tak nyaman.
ADVERTISEMENT

Eksterior

Umumnya, kerusakan pada sektor eksterior ini hanya akan dialami, manakala mobil tersebut hanyut terbawa arus atau tertimpa mobil lain.
Tumpukan mobil yang terendam akibat banjir di Pondok Gede, Jumat (3/1). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tumpukan mobil yang terendam akibat banjir di Pondok Gede, Jumat (3/1). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kerusakannya sendiri biasanya terjadi hanya sebatas baret, atau penyok kecil pada panel bodi saja. Meski begitu bukan tidak mungkin kerusakan pada sektor eksterior ini akan semakin parah, apabila ketinggian banjirnya terus meningkat dan arusnya semakin deras.
Bagi konsumen yang ingin mengetahui kerusakan apa saja yang dialami pasca terendam banjir, Indra pun menyarankan untuk segera mendiagnosa mobil terlebih dahulu di bengkel resmi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020