Ini Rahasia Irit BBM Bus dan Truk

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layanan Bike by Bus Trac-Astra berupa sewa bus untuk angkut sepeda dan pemiliknya. Foto: dok. Trac-Astra
zoom-in-whitePerbesar
Layanan Bike by Bus Trac-Astra berupa sewa bus untuk angkut sepeda dan pemiliknya. Foto: dok. Trac-Astra

Bus dan truk yang boros bahan bakar minyak (BBM), kerugiannya tak cuma biaya operasional membengkak, tapi juga bisa menyumbang polusi udara besar.

Ya, bagi para pengusaha bus mungkin yang pertama dikejar tentu cari jalan supaya kendala boros BBM tereduksi. Ini bisa memangkas biaya operasional, efeknya untung jadi bertambah.

Karena memang, sebagai kendaraan fleet, orientasi pemiliknya untuk cari cuan. Baru dari situ, bisa menyumbang positif bagi perbaikan kondisi lingkungan.

kumparan post embed

National Sales Manager Truck & Bus Radial (TBR) PT Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni, mengatakan salah satu cara mengejar efisiensi BBM, dengan memilih ban bus dan truk yang tepat.

Katanya, ban adalah komponen langsung yang bergesekan dengan permukaan jalan, dan berfungsi meneruskan tenaga dari mesin yang disalurkan melalui sistem penggerak kendaraan.

"Saat ban bergulir di jalan, energi mekanik akan berubah menjadi panas, dan ada BBM diperlukan untuk mengganti energi yang hilang tersebut,” tuturnya, Jumat (11/6).

Ilustrasi truk. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Nah berikut tips cara pilih ban mobil yang tepat.

Ban jenis radial tubeless

Tipe ini tidak memerlukan ban dalam dan flap, sehingga berat ban menjadi lebih ringan. Efeknya tenaga yang diperlukan untuk memutar ban menjadi lebih sedikit.

"Tentunya konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih hemat," ujar Ahmad.

Pola tapak ban

Kemudian perhatikan pola tapak ban, disesuaikan dengan medan yang ditempuh. Pada medan tanah atau off road, disarankan menggunakan ban dengan tipe Lug (tapak kasar) yang mempunyai traksi lebih

baik.

Jangan sampai keliru pilih pola telapak ban, selain bikin boros, ban cepat rusak. Misalnya, ban tipe off road bila digunakan pada medan jalan aspal atau jalan raya akan cepat panas, menimbulkan bunyi, dan terasa berat.

Ilustrasi tapak ban. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Perawatan tekanan angin

Jika ban kekurangan tekanan, kendaraan akan terasa lebih berat, sehingga mesin bekerja lebih keras untuk memutar roda. Risiko lain adalah aus ban jadi tidak merata, kerusakan separation (kembung), hingga pecahnya ban.

Jika kelebihan tekanan, dapat mengurangi traksi pada ban, keausan yang tidak wajar di tengah telapak ban, dan rawan pecah karena benturan.

"Selalu mengisi tekanan angin sesuai dengan beban yang dimuat dan lakukan pemeriksaan minimal 10 hari sekali," katanya.

Muatan angkutan

Ini penting, di mana kondisi overload (kelebihan muatan) membuat putaran fisik ban lebih keras ketika bergerak, sehingga kendaraan niaga harus mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak.

Cara mengemudi

BBM akan lebih boros bila pengemudi sering melakukan akselerasi mendadak pada gas dan rem. Lakukan akselerasi yang smooth, mempertahankan kecepatan, menjaga jarak, dan lakukan perpindahan posisi gigi saat torsi optimal, umumnya di bawah 3.000 rpm (rentang putaran mesin).