Ini Sebabnya Wajib Ganti Oli Mobil Sebelum dan Sesudah Mudik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi mengisi oli mobil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi mengisi oli mobil. Foto: Shutterstock

Perawatan mobil berupa ganti oli rupanya harus dilakukan sebelum maupun sesudah melangsungkan mudik. Sebab, perjalanan jarak jauh dan jam kerja tinggi bisa mempengaruhi kualitas oli.

“Saya menyarankan untuk melakukan ganti oli, baik setelah mudik maupun arus balik. Sebab, semakin temperaturnya naik, atau suhu termalnya meningkat, umur atau kualitas oli akan berkurang,” kata Manager Quality Assurance PT Pertamina Lubricants, Nurudin di webinar yang diselenggarakan Masyarakat Pelumas Indonesia belum lama ini.

Ilustrasi ganti oli mobil. Foto: dok. EMLI

Oli memiliki zat aditif yang punya fungsi mengubah dan memberikan sifat baru pada base oil (bahan dasar pembuatan oli). Kandungannya sekitar 30 persen dari total volume.

Zat paling penting pada oli kendaraan yaitu detergent dan dispersant. Keduanya punya peran untuk mengangkat dan mendegradasi kotoran di ruang bakar.

“Detergent ini berfungsi untuk menjaga permukaan logam agar bebas dari kotoran, lalu dispersant ini yang membawa kotoran agar terdispersi merata dalam pelumas,” jelasnya.

Sejumlah kendaraan memasuki pintu Tol Cikampek Utama menuju Palimanan di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/4/2023) dini hari. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Jadi ketika melakoni perjalanan jauh seperti mudik dan balik, mesin akan punya waktu kerja yang cukup panjang. Belum lagi mesin akan bekerja terus selama macet. Nah, zat aditif ini bisa mengalami kejenuhan karena mesin yang terus menerus bekerja.

“Oli dengan zat aditif itu punya umur sekitar 1.000 jam penggunaan. Nah, kalau melebihi itu, zat aditif seperti detergent dan dispersant, sudah jenuh. Sudah terlalu banyak menyerap kotoran dan asam, setelah pembakaran. Maka dari itu, direkomendasikan untuk ganti oli baik sebelum maupun sesudah,” ungkapnya.

Mesin mobil Hyundai Creta tipe Prime. Foto: Sena Pratama/ kumparan

Ketika kandungan dispersant dan detergent sudah tidak memenuhi batas minimum, kotoran bisa menempel dan menimbulkan kerak pada mesin. Kerak-kerak hitam hasil pembakaran ini menyebabkan ruang bakar menjadi kotor. Otomatis, tenaga yang dihasilkan berkurang karena pembakaran yang tidak sempurna.

“Selain itu, bahayanya adalah koefisien gesek yang naik menjadi besar. Maka, ini bisa menimbulkan baret pada ring, valve atau komponen lainnya,” terangnya.

Ilustrasi perawatan mobil, servis mobil Mitsubishi, servis Mitsubishi Xpander, servis Mitsubishi Pajero Sport Foto: dok. MMKSi

Meskipun oli baru diganti satu atau dua bulan sebelumnya, ia tidak menyarankan untuk memaksa kendaraan tersebut digunakan perjalanan mudik. Sebab, potensi terjadi kerusakan cukup besar.

“Misal kita ganti di 5.000 kilometer. Setelah dua atau tiga bulan, berarti 3.000 km. Nah, taruhlah itu naik jadi 100 derajat celcius kinerja mesinnya dan hitungan kasar, kita potong setengah umur. Maka, kendaraan kita hanya cukup menempuh 1.500 km saja. Tidak ideal makanya lebih baik diganti saja biar tidak pusing nantinya di jalan,” pungkasnya.

video youtube embed