Isi Baterai Mobil Listrik di SPKLU Tak Harus Selalu Sampai Penuh, Ini Alasannya

Meski penjualannya selalu mencatatkan pertumbuhan, penyesuaian kebiasaan menggunakan kendaraan elektrik murni seperti mobil listrik ternyata tetap membutuhkan waktu. Contoh sederhana saat proses mengisi daya listrik.
Tak sedikit pemilik menyimpan paradigma untuk mengisi daya listrik kendaraannya hingga penuh atau 100 persen. Padahal kebiasaan tersebut bisa saja tidak lebih efisien dari aspek biaya dan waktu pada kondisi tertentu.
Pendiri EV Safe sekaligus Dosen National Battery Research Institute (NBRI), Mahaendra Gofar menjelaskan alasan teknis di balik fenomena melambatnya laju pengisian daya saat baterai sudah menyentuh angka 80 persen.
"Sistem Battery Management System (BMS) pada mobil listrik secara otomatis akan melakukan tapering off atau penurunan laju daya masuk ketika kapasitas baterai mencapai 80 persen. Ini dilakukan untuk melindungi sel baterai dari overheating dan menjaga kestabilan kimiawi," kata Gofar kepada kumparan, Senin (28/9).
Gofar menambahkan, proses pengisian dari 80 menuju 100 persen mobil listrik kekinian pada umumnya membutuhkan durasi waktu yang relatif sama, atau bahkan lebih lama dibanding pengisian dari kondisi 10 hingga 80 persen.
"Jadi dari 80 ke 100 persen itu laju pengisian daya DC yang tadinya cepat akan melambat layaknya pengisian AC standar. Pengguna sebenarnya membuang waktu cukup banyak di SPKLU jika memaksakan harus sampai 100 persen," ucapnya.
Penghentian pengisian daya di batas 80 persen di SPKLU memberikan fleksibilitas bagi mobilitas pengguna tanpa perlu menyita waktu tunggu terlalu lama. Belum lagi, daya di atas 80 persen umumnya sudah menawarkan jarak tempuh yang cukup jauh.
Selain menghemat waktu perjalanan, membatasi pengisian DC Fast Charging hingga 80 persen juga berkontribusi positif dalam memperpanjang usia pakai atau disebut State of Health (SoH) baterai kendaraan.
Pengisian daya penuh hingga 100 persen disarankan hanya dilakukan saat menggunakan pengisian lambat (home charging) berbasis arus Alternating Current atau AC di rumah pada malam hari sebelum melakukan perjalanan jauh.
