Otomotif
·
21 Juli 2021 14:17
·
waktu baca 2 menit

Jadi PPKM Level 3-4, Begini Aturan Bepergian dengan Mobil Pribadi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jadi PPKM Level 3-4, Begini Aturan Bepergian dengan Mobil Pribadi (751128)
searchPerbesar
Pemeriksaan kendaraan yang dilakukan oleh petugas di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Foto: Dok. Istimewa
Penerapan PPKM Darurat resmi diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Berbeda dengan sebelumnya, kini istilah PPKM Darurat diganti menjadi PPKM Level 3 dan PPKM Level 4.
ADVERTISEMENT
Perubahan istilah PPKM itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3-4 Corona Virus Disease 2019 di Jawa dan Bali.
“Menindaklanjuti arahan Presiden Republiik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (Empat) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Jawa dan Bali sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen,” demikian seperti yang tertulis dalam Inmendagri yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Dengan diberlakukannya PPKM Level 3-4 ini, sebenarnya tak ada perbedaan signifikan antara aturan perjalanan selama PPKM Darurat dengan PPKM Level 3-4.
Jadi PPKM Level 3-4, Begini Aturan Bepergian dengan Mobil Pribadi (751129)
searchPerbesar
Suasana di posko penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 KM 31, Gerbang Tol Cikarang Barat 3, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/5). Foto: Dok. BNPB

Perjalanan Jarak Jauh Dibatasi

Mengacu pada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 51 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas SE Nomor 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi COVID-19, pemerintah masih melakukan pembatasan mobilitas hingga 25 Juli 2021.
ADVERTISEMENT
“Dalam SE terbaru ini ada sejumlah perubahan yang kami muat. Di antaranya selama masa libur Idul Adha mulai 19 Juli sampai 25 Juli 2021, diberlakukan pembatasan seluruh perjalanan ke luar daerah,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Pengecualian

Meski dilakukan pembatasan mobilitas, pemerintah rupanya masih memberikan pengecualian bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak dan termasuk dalam pekerja di sektor kritikal dan esensial. Berikut informasi lengkapnya.
Sektor Kritikal
  • Kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minum serta penunjangnya termasuk untuk hewan ternak dan peliharaan, pupuk, petrokimia, semen, bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, serta utilitas dasar meliputi listrik, air, dan pengelolaan sampah.
ADVERTISEMENT
Sektor Esensial
  • Keuangan dan perbankan yang meliputi bank, pegadaian, dana pensiun, asuransi, dan lembaga pembiayaan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, dan media terkait penyebaran informasi ke masyarakat, perhotelan non penanganan karantina, dan industri orientasi ekspor.
Keperluan Mendesak
  • Pasien dengan kondisi sakit keras
  • Ibu hamil dengan pendamping maksimal 1 anggota keluarga
  • Kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal 2 anggota keluarga
  • Pengantar jenazah non COVID-19 dengan maksimal pengantar 5 orang.
Jadi PPKM Level 3-4, Begini Aturan Bepergian dengan Mobil Pribadi (751130)
searchPerbesar
Suasana di posko penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 KM 31, Gerbang Tol Cikarang Barat 3, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/5). Foto: Dok. BNPB

Persyaratan Perjalanan

Selama melakukan perjalanan jarak jauh, para pekerja di sektor kritikal dan esensial, tetap diharuskan menyertakan berbagai syarat perjalanan.
Adapun syarat perjalanan itu juga diatur dalam SE Nomotr 51 Tahun 2021 serta Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021. Berikut lengkapnya.
ADVERTISEMENT
  • Kartu vaksin, minimal vaksinasi dosis pertama (Dikecualikan bagi pengemudi kendaraan logistik atau barang, ibu hamil, pasien dengan kondisi sakit keras, kepentingan persalinan, dan pengantar jenazah non COVID-19);
  • Hasil negatif COVID-19 berbasis PCR dengan pengambilan sampel minimal 2x24 jam atau berbasis antigen dengan minimal pengambilan sampel 1x24 jam dari jadwal keberangkatan;
  • Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat;
  • Surat Tugas yang ditandatangani oleh pejabat minimal eselon 2 untuk pemerintahan dan berstempel atau cap basah atau tanda tangan elektronik.
Jadi PPKM Level 3-4, Begini Aturan Bepergian dengan Mobil Pribadi (751131)
searchPerbesar
Pemeriksaan kendaraan yang dilakukan oleh petugas di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Foto: Dok. Istimewa
Aturan itu berlaku untuk pelaku perjalanan jarak jauh di dalam dan menuju wilayah Pulau Jawa dan Bali.
“Sementara di luar Pulau Jawa dan Bali, hanya perlu menunjukkan hasil tes negatif PCR 2X24 jam atau antigen 1x24 jam,” beber Budi.
ADVERTISEMENT
Nah jadi bagi Anda yang tidak memiliki keperluan mendesak dan tidak termasuk dalam kategori pekerja kritikal dan esensial, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk melakukan perjalanan jauh ke luar kota. Sebab, besar kemungkinan Anda akan dipaksa putar balik saat pemeriksaan di berbagai pos penyekatan.
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020