Jaecoo J5 EV Dominasi Penjualan, Kontribusi Jabodetabek 70 Persen
·waktu baca 2 menit

Penjualan mobil listrik Jaecoo di Indonesia menunjukkan tren positif pada awal 2026. Model andalannya, J5 EV, menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi terbesar dari wilayah megapolitan.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengungkapkan bahwa wilayah Jabodetabek masih menjadi pasar utama. Hal ini mencerminkan tingginya adopsi kendaraan listrik di kawasan urban.
“Untuk nasional Jaecoo, Jaecoo J5 EV di Jabodetabek memiliki kontribusi sekitar 70 persen,” ujar Ilham kepada kumparan, Senin (4/5).
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales (distribusi ke diler) Jaecoo sepanjang Januari hingga Maret 2026 yang mencapai 7.827 unit, adapun kontribusi dari Jabodetabek diperkirakan berada di kisaran 5.500 unit.
Meski demikian, distribusi penjualan tidak hanya terpusat di satu wilayah. Ia menyebut, model tersebut juga mulai tersebar ke berbagai daerah lain di Indonesia.
“Sementara sisanya yang 30 persen tersebar di daerah lain di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan dan daerah lain,” katanya.
Secara keseluruhan, penjualan kendaraan elektrifikasi Jaecoo terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Data retail menunjukkan pertumbuhan yang cukup konsisten sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Pada Januari 2026, penjualan tercatat sebanyak 1.942 unit. Angka tersebut kemudian naik menjadi 2.926 unit pada Februari, sedangkan di bulan Maret mencapai 2.959 unit.
Menariknya, Jaecoo J5 EV mencatatkan performa paling menonjol pada Maret 2026. Model ini berhasil menjadi kendaraan terlaris, tidak hanya di segmen EV tetapi juga di pasar mobil penumpang secara keseluruhan.
Pencapaian tersebut sekaligus mempertegas posisi J5 EV sebagai kontributor utama dalam portofolio Jaecoo di Indonesia. Selain itu, tren ini juga menunjukkan pergeseran minat konsumen ke kendaraan listrik yang semakin kuat di pasar domestik.
