Jakarta Macet Lagi, Kapan Ganjil Genap Berlaku?

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rambu ganjil-genap di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rambu ganjil-genap di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sistem pembatasan kendaraan bermotor dengan ganjil genap belum berlaku di Jakarta. Efeknya terjadi kemacetan saat jam pergi dan pulang kantor.

Meski begitu, dari penjelasan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo ganjil genap di Ibu Kota belum bisa diaktifkan.

"Ganjil genap sampai dengan saat ini belum berlaku. Belum ada juga pembicaraan dengan pemprov DKI," kata Sambodo kepada kumparan, Minggu (4/4).

Suasana di Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta, Senin (14/9/2020). Foto: Ajeng DInar Ulfiana/REUTERS

Menurutnya, pertimbangan penularan corona di Jakarta masih terbilang tinggi. Jika ganjil genap dipaksakan berlaku, khawatirnya akan ada banyak pengendara yang beralih menggunakan transportasi umum.

"Kan masih pandemi, kita sedang berusaha untuk menjaga physical distancing di public transportation. Nah, mungkin kalau dilaksanakan ganjil genap, maka orang yang memiliki kendaraan di luar tanggal tersebut akan beralih ke transportasi umum, jadi demand-nya akan menjadi tinggi," terangnya lagi.

Peningkatan volume kendaraan sampai 30 persen

Kondisi lalu lintas yang macet di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (16/3/2020). Foto: Febi Dwi Sutianto

Sambodo melanjutkan, meski ada peningkatan jumlah kendaraan, pihaknya memastikan jika kepadatan lalu lintas masih bisa diurai.

"Ya, memang volumenya pasti meningkat. Kemudian sekarang ada jalur sepeda, jadi pasti ada kepadatan. Untuk mengurai kemacetan kan memang jumlah anggota saya tidak ada yang saya kurangi. Jadi di setiap titik krusial pasti ada" pungkasnya.

Polisi mengatur lalu lintas kendaraan yang memadati ruas jalan jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto

Sementara dari penjelasan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar ada kenaikan volume kendaraan hingga 30 persen.

"Paling berdampak di jalur Sudirman Thamrin dan beberapa lainnya. Sebagai upaya, kita lakukan lakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus dan kontra flow," kata Fahri.