Jarang yang Sadar, Ini Bahaya Motoran saat 5 Menit Pertama Hujan
·waktu baca 2 menit

Ada baiknya saat hujan mulai mengguyur jalanan, kegiatan berkendara sepeda motor dihentikan sementara. Selain bisa digunakan persiapan mengenakan jas hujan, menepi di tempat aman juga penting sebagai upaya defensive riding.
Menurut Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana, pengemudi motor sebaiknya menghindari berkendara ketika awal hujan. Ada beberapa alasan terkait keselamatan katanya.
“Begini, yang bahaya pas hujan itu lima menit pertama. Semua orang itu langsung ngebut karena ingin cepat sampai. Itu yang perlu diwaspadai oleh pengendara lain," buka Sony saat dihubungi kumparan akhir pekan lalu.
"Kemudian lima menit pertama itu biasanya air dan kerikil ataupun alas jalan belum menyatu. Di situlah, kondisi jalan ini licin. Tapi, kalau sudah basah, licinnya sudah berbeda, karena ban itu sudah menyesuaikan,” sambungnya.
Tambahnya, situasi tersebut dapat menimbulkan kecelakaan baik tabrakan atau terjatuh. Ini dapat terjadi karena pengendara saling meningkatkan kecepatannya di jalan dan gagal melakukan pengereman, saat ada manuver mendadak di depan.
Pun ketika menikung. Dalam kondisi permukaan jalan yang traksinya rendah karena basah, bisa saja ban kehilangan daya cengkramannya dan mengakibatkan pengendara jatuh.
“Mayoritas kan di Indonesia pakai ban wet and dry. Ban ini kan juga butuh penyesuaian dari kering ke basah atau dari basah ke kering. Jadi, yang benar itu kecepatan perlu menyesuaikan terlebih dahulu baru boleh normal speed-nya,” tambahnya.
Sah-sah saja menepi dulu sesaat guna memakai jas hujan, namun pastikan tidak mengganggu arus lalu lintas. Karena ingat lagi jalan raya merupakan ruang publik.
“Lebih baik ia menggunakan raincoat lalu berteduh, mencari tempat yang aman seperti minimarket atau kompleks pertokoan yang jauh dari jalan,” jelasnya.
Ia juga mewanti-wanti agar pengendara lebih berhati-hati ketika menghadapi cuaca yang tidak menentu sekarang ini. Ada beberapa ancaman bahaya akibat hujan deras yang mengguyur.
“Banyak sekali kebiasaan pengendara di Indonesia itu mengesampingkan bahaya-bahaya eksternal. Bahaya eksternal ini seperti kondisi lingkungan macam pohon rubuh, billboard rubuh, kemudian material-material terbang. Kadang-kadang hujannya belum lebat tetapi anginnya udah datang duluan. Alangkah baiknya meneduh terlebih dahulu sebagai aksi penyelamatan diri sendiri,” tuntasnya.
