Jarang yang Tahu, Ini Dampak Sering Gonta-ganti Merek Oli Mesin

11 Desember 2022 10:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Ganti Oli Mobil Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ganti Oli Mobil Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
ADVERTISEMENT
Kebiasaan menggonta-ganti merek oli mesin kendaraan dianggap umum atau lumrah dilakukan. Namun, kebiasaan ini rupanya tidak direkomendasikan.
ADVERTISEMENT
VP Sales & Marketing Domestic Retail Automotive PT Pertamina Lubricants (PTPL), Arie Anggoro mengatakan, kebiasaan ini bisa merusak mesin. Ini dikarenakan setiap merek punya kandungan aditif dan spesifikasi yang berbeda.
“Efeknya lebih ke arah jangka panjang. Kalau langsung memang tidak ada efek apa-apa. Disarankan mengganti merek oli ini bila kondisinya terdesak atau sekali dua kali saja jangan semua oli dicoba untuk diketahui performanya,” ujarnya saat ditemui di Kemang belum lama ini.
Oli Idemitsu untuk mobil dan motor. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Meski base oil dan aditifnya sama, namun setiap merek pelumas punya komposisi yang berbeda. Itulah alasannya mengganti oli lebih disarankan menggunakan satu merek dan spesifikasi yang sama.
“Kalau terlalu sering, ini bisa menimbulkan gumpalan pada pelumas. Kalau ada gumpalan, otomatis sistem pelumasan akan terganggu,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Penggumpalan tersebut terjadi karena adanya deformasi material. Ini disebabkan sisa-sisa oli lama yang tak dikeluarkan dari dalam carter bereaksi dengan oli baru dan berubah menjadi sludge atau kerak.
Sepeda motor yang harus turun mesin Foto: Istimewa
Sludge ini juga bisa menimbulkan endapan di pompa oli dan membuat giginya mengalami kerusakan. Otomatis oli tidak akan naik ke ruang mesin.
Kalau sudah begini, kerusakan pada area head terutama noken as bisa terjadi karena gesekan berlebih. Selain tenaga loyo, piston hingga mesinnya bisa jebol jika terus dibiarkan.
Biaya perbaikan yang ditanggung pun cukup besar. Inilah mengapa gonta ganti merek oli tidak disarankan.
Mekanik Kawasaki sedang mengganti oli mesin New Ninja 250 Foto: Istimewa
Arie juga menyarankan pemilik kendaraan perlu memilih oli sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Ini dikarenakan setiap kendaraan punya spesifikasi oli yang berbeda.
ADVERTISEMENT
“Spesifikasi SAE dan kandungan aditif yang dibutuhkan setiap mesin akan berbeda-beda meski cc-nya sama. Pabrikan sudah punya perhitungan sendiri jadi disarankan mengikuti buku manual jangan asal,” pungkasnya.