Jasa Marga: Tidak Disarankan Pinjamkan e-Toll ke Pengendara Lain

Ada satu cara yang umum digunakan pengguna jalan tol ketika saldo e-Toll kurang atau habis, yakni pinjam uang elektronik ke pemilik mobil yang ada di belakangnya.
Sebelum melakukan tapping e-Toll ke reader, biasanya ada transaksi dulu secara tunai. Peminjam membayarkan sejumlah uang untuk mengganti saldo yang berkurang pada e-Toll orang lain.
Terlepas dari rasa solidaritas, cara tersebut rupanya tak direkomendasikan Jasa Marga. Sebab berpotensi mengganggu pengguna jalan lain yang antre di belakang.
Tak semua pengguna jalan mau meminjamkan uang elektronik. Bisa jadi saldo yang tersisa juga terbatas, sehingga tak cukup untuk membayarkan dua mobil.
"Kami tidak menyarankan hal tersebut, karena kita tidak tahu posisi saldo uang elektronik dari mobil di belakang pengguna jalan," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru kepada kumparan belum lama ini.
Tak bisa gunakan satu e-Toll untuk 2 mobil di sistem tol tertutup
Tak kalah penting, dari sisi teknis, gerbang tol di Indonesia memiliki sistem tertutup dan terbuka.
Khusus sistem tertutup, proses transaksinya dilakukan dua kali. Tapping pertama untuk mendapatkan data asal gerbang masuk juga golongan kendaraan, kemudian tapping kedua baru pemotongan saldo.
Sehingga dalam penggunaannya, e-Toll tak bisa dipindahtangankan, artinya harus tetap satu mobil satu e-Toll. Jika Anda meminjamkan untuk tapping kedua mobil di depan Anda, yang terjadi mobil Anda tak bisa keluar karena datanya sudah terpakai mobil sebelumnya.
"Untuk transaksi sistem tertutup tidak bisa menggunakan dua uang elektronik yang berbeda (atau meminjamkan ke pengguna lain)," tambahnya.
Dwimawan kemudian mengingatkan untuk selalu memastikan ketersediaan saldo e-Toll sebelum masuk gerbang tol. Ada berbagai cara bisa dilakukan, termasuk isi saldo.
Bisa pengecekan menggunakan gawai yang ada fitur NFC (Near Field Communication), melalui ATM, juga yang sering dilakukan lewat layanan top up di minimarket.
"Kami mengimbau pengguna jalan membiasakan diri menyiapkan saldo yang cukup untuk perjalanannya sebelum memasuki gerbang tol, untuk menjaga kelancaran transaksi dan kenyamanan kita bersama," tuntasnya.
