Kasus Chery Tiggo 8 CSH Mati Mendadak, Ini Hasil Investigasi Pabrikan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chery Tiggo 8 CSH. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chery Tiggo 8 CSH. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Chery buka suara terkait masalah Chery Tiggo 8 CSH yang menimpa salah satu konsumen berinisial S. Masalah permasalahan AC panas, kendaraan berhenti mendadak, serta masalah jump-shift diunggah ke media sosialnya pada 9 September 2025 dan menjadi pembicaraan hangat warganet.

Menanggapi keluhan tersebut, Chery menghubungi S untuk melakukan pengecekan ke diler untuk diperiksa secara menyeluruh.

“Sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan transparansi informasi bagi para konsumen, Chery melaksanakan evaluasi teknis yang komprehensif terhadap Chery Tiggo 8 CSH milik Bapak S,” tulis Chery dalam keterangan resminya, Senin (22/9/2025).

Permasalahan dimulai pada 4 September 2025, ketika S melajukan Chery Tiggo 8 CSH dari Jakarta ke Surabaya. Mobil berhenti secara tiba-tiba diiringi tampilan sisa jarak tempuh (range) bahan bakar drop signifikan.

Masuk safe mode

Data berkendara Chery Tiggo 8 CSH milik S. Foto: dok. Chery

Hasil investigasi internal Chery menunjukkan, sistem pada Tiggo 8 CSH tersebut mengaktifkan mode proteksi, sehingga baterai bertegangan tinggi (State of Charge) dan tangki bahan bakar dalam kondisi habis total, menyebabkan mobil enggan melaju.

Kemudian soal jarak tempuh yang turun signifikan, Chery mengeklaim hal tersebut terjadi berkat pengaruh gaya berkendara pengemudi. Saat itu, mobil melesat di kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan hambatan angin. Data investigasi Chery memperlihatkan adanya momen akselerasi dan deselerasi yang dilakukan secara cepat dan berulang.

Kinerja AC tidak optimal

Kasus berikutnya muncul pada 7 September 2025, ketika sistem Air Conditioner (AC) Chery Tiggo 8 CSH dirasa tidak optimal. Menurut Chery, hal ini terjadi lantaran akselerasi dan deselerasi yang dilakukan menyebabkan kenaikan suhu di baterai. Alhasil, kinerjanya tidak stabil.

Hal tersebut merupakan penyesuaian lumrah sistem kendaraan. Kerja AC akan dikurangi saat suhu mesin meningkat, kemudian normal kembali ketika mesin kembali ke titik stabil.

Malfungsi transmisi

Data berkendara Chery Tiggo 8 CSH milik S. Foto: Dok. Chery

Terakhir, pada 9 September 2025 Chery Tiggo 8 CSH milik S terkendala masalah jump-shift yang melibatkan transmisi. Setelah ditelaah lebih jauh, rupanya terjadi kebocoran air yang masuk ke area dashboard dan menyebabkan gangguan pada modul Body Domain Module (BDM). Air tersebut diduga berasal dari proses penggantian kaca film.

Modul BDM yang terkena air memberikan pengaruh pada kinerja sinyal transmisi sinyal menghambat proses perpindahan posisi transmisi secara normal.

Berdasarkan investigasi tersebut, Chery menilai kasus BDM itu didasari oleh aktivitas penggunaan, bukan dari cacat produksi. Akan tetapi, Chery tetap melakukan perbaikan dan memastikan semua berfungsi normal.

PT Chery Sales Indonesia (CSI) resmikan diler baru di PIK 2, Banten, Selasa (16/9/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

“Kasus ini memberikan masukan berharga bagi Chery dalam upayanya meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal, serta memberikan edukasi bagi para pengguna, calon pengguna, hingga diler,” sambung Chery.

Edukasi yang diberikan Chery terdiri dari beberapa poin, termasuk pemahaman dalam pemasangan aksesori hingga aktivitas penggunaan sehari-hari, sebagai berikut.

  1. Untuk skenario penggunaan sehari-hari, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) akan lebih optimal ketika level bahan bakar dan daya baterai berada di batas aman secara bersamaan.

  2. Ketika berkendara agresif dengan melakukan akselerasi dan deselerasi secara cepat, sistem elektronik mobil akan memprioritaskan penyaluran daya ke sistem penggerak supaya tetap optimal. Kompensasinya, kinerja AC akan dikurangi. Meski begitu, tidak perlu khawatir, sebab hal tersebut normal terjadi.

  3. Menyiapkan panduan terkait pemasangan kaca film yang sesuai standar sebagai langkah preventif untuk mencegah kebocoran pada sistem BDM.

  4. Mengadakan pelatihan dan peningkatan kompetensi tim sales dan after sales secara berkelanjutan, sehingga mampu menghadirkan layanan yang akurat.