Kekuatan Karoseri Lokal Hadapi Gempuran Truk Impor Utuh China
·waktu baca 2 menit

Dewasa ini polemik impor truk tambang utuh (CBU) dari China membuat karoseri lokal harus cerdik dalam bersaing. Di tengah kondisi itu, perusahaan perakitan bodi punya siasat agar minimal konsumennya tak berpaling, kuncinya ada pada jeli menangkap kebutuhan konsumennya dan layanan purna jual.
Doddy Prasetyo, Marketing and Sales PT Muncul Suryaprima, mengatakan pendekatan antara karoseri dengan pelanggan menjadi penting dalam menghadapi impor truk dari China, karena bisa memenuhi kebutuhan spesifik dengan lebih sigap.
“Dari awal kustomer bisa berdiskusi tentang spek yang betul-betul tepat. Nah, kalau China sifatnya karena jauh kadang yang ada cuma seadanya. Secara spesifikasi kami bisa melayani kebutuhan customer lebih cepat,” buka Doddy kepada kumparan di Kemayoran, Rabu (17/9/2025).
Adapun, spesifikasi teknis dari pelanggan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan keamanan di lapangan. Ambil contoh bak truk, apabila tidak sesuai muatan yang dibawa, bagian bak tanpa disadari mengalami degradasi kualitas.
Untuk itulah komunikasi antara pelanggan dan karoseri harus terjalin. Karoseri kata Doddy sebisa mungkin harus jeli melihat kebutuhan di lapangan hingga penggunaan dalam jangka waktu lama.
“Sifat materinya ada yang abrasif. Lama-lama dia makin tipis selama perjalanan. Jadi, waktu itu (pelanggan) sempat minta material khusus namanya chromium. Ya dasarnya tadi, di manning basically customer. Truk itu membawakan karakteristik dan spesifikasi masing-masing jadi harus berbeda tidak bisa sama,” ujar Doddy.
Doddy menambahkan, karoseri lokal juga kekuatan layanan purna jual yang tidak dimiliki truk merk China. Menurutnya, apabila truk rusak di lapangan, bisa langsung diperbaiki oleh teknisi baik dari pabrikan maupun karoseri.
“Mereka punya rekan lokal yang sifatnya kerja sambilan aja. Kalau China jual saja, kalau kami jual sambil servis. Banyak produk China bermasalah dan enggak ada tim yang datang ke lokasi. Di lokasi tuh banyak produk China yang terbengkalai karena enggak ada tim servis,” ungkapnya.
Disinggung soal regulasi impor truk China yang belum jelas, Doddy memberikan saran sebagai perwakilan karoseri kepada pemerintah agar melakukan pembatasan unit yang diimpor sehingga tidak terlalu banyak.
“Dibatasi aja, kalau dibiarkan ya mereka akan terlalu banyak karena China yang dikejar adalah populasi. Itu akan sama kok yang dirasakan oleh truk-truk yang sudah bikin perakitan di sini,” pungkas Doddy.
***
Laporan Alvian Yoga Yulianto
