Kemenperin Dorong IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
·waktu baca 3 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginstruksikan untuk memperkuat struktur ekosistem kendaraan listrik nasional, dari hulu hingga hilir dengan mendorong lebih banyak keterlibatan para pelaku sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Lewat rilis resmi Kemenperin, upaya tersebut agar sektor IKM dapat naik kelas dan masuk ke dalam rantai pasok produsen kendaraan ramah lingkungan. Apalagi melihat pemain baru yang datang ke Indonesia dalam jumlah masif.
Pasar kendaraan listrik di dalam negeri kian menunjukkan taji lewat pertumbuhan angka penjualan yang sangat signifikan sepanjang awal tahun ini. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada triwulan I sukses menyentuh angka 33.150 unit.
Perolehan impresif ini melonjak drastis hingga 95,9 persen jika dibandingkan dengan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan momentum ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.
Sebab, Indonesia didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang masif, serta komitmen penuh pemerintah dalam transisi energi hijau. Penguatan struktur industri mutlak dilakukan agar produk lokal memiliki daya saing yang tinggi.
"Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan," tegas Agus dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Dikatakan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin sampai langsung menggelar agenda penjajakan bisnis di Cikarang, Jawa Barat. Mempertemukan para pelaku IKM komponen otomotif.
Salah satunya adalah PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Kemenperin berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat menjadi jembatan kemitraan yang saling menguntungkan.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi sarana penting bagi para pelaku usaha kecil untuk memahami standar komponen global.
Selain membuka peluang kerja sama baru, IKM juga diberikan pembekalan mengenai ketatnya regulasi pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini krusial agar komponen buatan lokal bisa langsung terserap oleh lini produksi pabrikan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka potensi kemitraan strategis antara IKM alat angkut dengan industri besar serta memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN,” timpal Reni.
Tak cuma mobil penumpang, potensi pasar yang besar juga lahir dari sektor transportasi massal serta kendaraan roda dua listrik. Hingga April silam, populasi bus listrik nasional tercatat sudah mencapai 798 unit di berbagai wilayah.
Sementara itu, populasi sepeda motor setrum justru mendominasi dengan angka yang tersalurkan mencapai 236.451 unit, atau menguasai sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik di tanah air.
Guna mendukung ekosistem yang makin gemuk ini, infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga terus dikebut oleh PT PLN. Tercatat sudah ada 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia untuk melayani pengguna.
Angka ini diproyeksikan bakal terus meroket hingga 62.918 unit pada tahun 2030 mendatang demi mengimbangi populasi kendaraan listrik yang kian menjamur.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas usaha IKM menjadi fokus utama dalam program ini.
Melalui bimbingan teknis yang berkelanjutan, IKM diharapkan bisa memenuhi standar kualitas, efisiensi teknologi, dan aspek keberlanjutan yang diminta industri global. Agar produk buatan anak bangsa tidak hanya berjaya di pasar domestik, tapi juga kompetitif untuk dieksplorasi ke pasar ekspor.
