Kenali 3 Gejala Engine Mounting Mobil Minta Diganti

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mesin dari mobil Honda City Foto: Gesit Prayogi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mesin dari mobil Honda City Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Selain wajib membawa ke bengkel dalam periode tertentu, memahami tanda-tanda ada yang tak beres mobil juga perlu dikuasai, termasuk mengetahui apakah engine mounting sudah dalam kondisi yang tak laik dan perlu diganti.

Engine mounting sendiri merupakan komponen yang berfungsi sebagai dudukan atau penyangga mesin dan rangka bodi.

Umumnya, engine mounting terbuat dari bahan yang elastis seperti karet. Jika komponen ini rusak maka karet tersebut akan getas, sobek bahkan pecah. Jika sudah pecah tentu hal tersebut akan berakibat fatal.

Ilustrasi Engine Mounting Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mendeteksi kerusakan tersebut sejak dini, lantas apa saja tandanya?

  1. Mesin bergetar hebat saat stasioner

Gejala utama yang ditimbulkan dari kerusakan engine mounting yaitu saat stasioner, getaran mesin akan terasa sangat lebih besar dibanding biasanya. Hal itu tidak terlepas dari kondisi engine mounting yang sudah tidak mampu menyangga mesin dengan baik.

“Biasanya gejala utamanya sih, getarannya jauh lebih besar dan lebih goyang. Untuk yang mobil bensin, getarannya akan mirip dengan getaran mesin diesel. Secara visual juga akan terlihat saat stasioner, guncangan mesin akan besar,” jelas Kepala Bengkel Auto2000 Bandar Lampung, Nurrahman Adi saat dihubungi oleh kumparan.

  1. Mesin menghentak

Hadi Taruna selaku Kepala Mekanik Tim Balap Pertamax Turbo GRT juga menambahkan, engine mounting yang kondisinya sudah tidak baik juga ditandai dengan mesin yang terasa menghentak saat mobil dijalankan pertama kali.

“Selain bergetar, kadang juga mesin akan terasa menghentak saat pertama kali dijalankan,” jelas Hadi.

  1. Posisi mesin turun atau miring

Tampilan mesin mobil BMW E30 yang dimodifikasi menjadi mobil balap di bengkel Motorsoul Indonesia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kerusakan engine mounting juga dapat diamati secara visual. Hadi Taruna membeberkan, untuk kerusakan engine mounting bagian atas, tak jarang bisa membuat posisi mesin menjadi turun bahkan miring.

  1. Timbul bunyi-bunyi

Bila kondisi kerusakan engine mounting semakin parah akan menimbulkan bunyi-bunyi. Bunyi tersebut akan semakin terasa saat akselerasi dan deselerasi. Bunyi tersebut biasanya akan terdengar seperti 'klutuk-klutuk'.

Bila sudah timbul bunyi demikian, Nurrahman Adi menyarankan pemilik mobil segera memeriksa kondisi mobil. Jika karet engine mounting sudah getas bahkan pecah, segera diganti.

Pekerja AUTO 2000 selama libur mudik Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Jika terus dibiarkan, kerusakan pada engine mounting bisa berimbas pada kerusakan komponen lain dan tentu akan berbahaya buat mesin itu sendiri.