kumparan
10 September 2018 12:42

Kenali Gejala Oli Shockbreaker Motor Bocor

Gejala suspensi depan yang bocor
Gejala suspensi depan yang bocor (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Shockbreaker alias suspensi punya peran penting pada kendaraan. Fungsinya untuk menyerap energi benturan saat menghantam lubang atau pun ketika melibas permukaan jalan yang tidak rata. Saat kondisinya optimal, pengendaraan akan lebih nyaman dan stabil.
ADVERTISEMENT
Namun beda cerita bila suspensi tersebut kondisinya rusak, stabilitas dan pengendalian kendaraan khususnya sepeda motor akan terganggu. Satu masalah yang kerap terjadi pada komponen ini adalah bocornya oli shockbreaker.
Pada suspensi depan, gejala awalnya dapat terlihat pada tabung suspensi atau tabung garpu yang basah akibat rembesan oli suspensi yang keluar dari seal. "Shockbreaker bocor itu ada bercak oli di as shockbreaker-nya," ujar Juki penggawa bengkel R59 Matic Shop kepada kumparanOTO, Senin (10/9).
Masih dijelaskan Juki, gejala lain yang dapat dirasakan ketika berkendara adalah sepeda motor akan oleng atau tidak seimbang saat melakukan pengereman apabila hanya satu suspensi yang bocor. Ini karena slider garpu atau rumah suspensi kekurangan oli akibat rembesan tadi, sehingga tekanannya berbeda.
Gejala suspensi depan yang bocor
Gejala suspensi depan yang bocor (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Oli shockbreaker yang merembes atau bocor akibat kondisi seal debu maupun seal oli yang rusak. "Biasanya debu menempel di as shock kemudian nempel di seal, kena gesekan lama-lama sealnya sobek, nah dari situ olinya rembes keluar," Juki melanjutkan.
ADVERTISEMENT
Masalah lain yang timbul akibat banyaknya debu yang menempel pada seal adalah tabung garpu yang baret.
Itu untuk suspensi depan, bagaimana mengetahui gejala shockbreaker belakang yang bocor? Juki menjelaskan memiliki gejala yang sama. Bahkan bercak olinya dapat merembes banyak dan tampak lebih kotor karena banyaknya debu yang menempel.
Gejala suspensi belakang yang bocor
Gejala suspensi belakang yang bocor (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Apabila tidak segera ditangani atau pemiliknya cuek, lama kelamaan olinya akan habis dan mengakibatkan shockbreaker mati alias keras karena tidak mampu me-rebound energi benturan.
Untuk hal ini, Juki merekomendasikan untuk mengganti seal dan oli shockbreaker dengan yang baru. Keduanya pun memiliki harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 15 hingga 50 ribu tergantung model sepeda motor.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan