Kepincut BMW X5 E70 Lawas, Ketahui Dulu Ragam Penyakitnya

Mobil Eropa keluaran 2000-an mulai banyak membawa perangkat elektrik untuk menggantikan peranti mekanis. BMW X5 generasi kedua atau E70 lansiran tahun 2008-2012 jadi salah satu contohnya. Tuas rem tangan di model ini sudah berganti menjadi tombol.
Hamid, pemilik bengkel spesialis BMW Persada Motor, mengungkapkan bahwa perangkat tersebut justru jadi salah satu masalah yang cukup sering dikeluhkan konsumen di tempatnya.
“Rem tangannya suka ngaco error, suka ngunci sendiri, kadang nggak main. Kemudian gear-nya, kabelnya putus. Itu yang sering terjadi di BMW X5 E70,” kata Hamid kepada kumparan ketika ditemui di Pasar Segar Cinere, Depok, Senin (5/10).
Kabar baiknya, komponen tersebut masih beredar di pasaran dan tidak termasuk barang langka. Ia menuturkan, harga dari barang ini terkadang masih menjadi persoalan bagi sebagian pemilik.
“Genuine parts masih ada barangnya, cuma harganya saja mahal. Kalau barangnya ada bisa Rp 8-10 jutaan, memang kisarannya segitu,” imbuhnya singkat.
Adapun, BMW X5 E70 menjadi salah satu model yang paling sering mampir ke bengkelnya. Generasi pertamanya yang berkode E53 lansiran tahun 1999-2004 juga ikut mengisi antrean dalam jumlah yang tidak kalah banyak.
Menurut Hamid, dua generasi tersebut punya daftar keluhan yang berulang. Kebocoran oli di bagian transmisi matik dan kerusakan kaki-kaki depan jadi pekerjaan yang paling sering ditemui.
“Model X5 yang paling sering masuk itu E53 dan E70. Kalau X-series itu paling sering kebocoran oli, sama kaki-kaki depan karena dia 4x4," lanjutnya.
Kerusakan kaki-kaki itu kerap dipicu kebiasaan pemilik mengganti ban tanpa memperhatikan ukuran bawaan. Ia menerangkan, sistem penggerak empat roda di X5 sudah memakai motor dan modul, spesifikasi ban depan dan belakang wajib sama persis.
Soal biaya, perbaikan kebocoran oli transmisi matik di bengkelnya dikenakan tarif sekitar Rp 2,5-2,7 jutaan. Sementara, reparasi kaki kaki dibanderol mulai Rp 400-600 ribuan untuk penggantian bushing arm berukuran kecil atau besar.
Hamid sendiri merupakan eks mekanik senior BMW dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Ia mengawali kariernya sebagai mekanik mobil merek Jepang, lalu pindah menangani BMW, dan membuka bengkel sendiri pada sekitar tahun 2020.
