Kia Bisa Manfaatkan Fasilitas Indomobil untuk Rakit Mobil di Indonesia

21 Januari 2020 15:04 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
All-new Kia Seltos resmi mengaspal di Indonesia, Senin (20/1). Foto: Bagas Putra Riyadhana
zoom-in-whitePerbesar
All-new Kia Seltos resmi mengaspal di Indonesia, Senin (20/1). Foto: Bagas Putra Riyadhana
ADVERTISEMENT
Kia dan Hyundai menjadi duo pabrikan otomotif Korea Selatan yang sudah tidak asing di Indonesia. Di negara asalnya, kedua jenama ini memiliki aliansi yang tergabung dalam Hyundai Kia Automotive Group.
ADVERTISEMENT
Namun, ekspansi bisnis Hyundai di Indonesia sudah menyasar pada pembangunan pabrik di Karawang, Jawa Barat, seluas 600 hektare. Investasi yang dikucurkan mencapai Rp 14 triliun.
Di sisi lain, Kia baru saja memulai menapaki lagi bisnisnya di Tanah Air, di bawah PT Kreta Indo Artha--anak perusahaan Indomobil. Sebelumnya Kia di bawah PT Kia Mobil Indonesia hengkang dari Indonesia karena penjualan yang terus merosot selama 2016-2018.
Kini Kia bangkit dengan amunisi yang cukup lengkap di setiap segmen. Sebut saja Kia Picanto (city car), Kia Rio (hatchback), Kia Grand Sedona (MPV), Kia Big Up (pickup), dan Kia Seltos (SUV).
Lantas apakah agen pemegang merek Kia sekarang, juga akan mengikuti jejak Hyundai membuka pabrik perakitan di Indonesia?
All-new Kia Seltos resmi mengaspal di Indonesia, Senin (20/1). Foto: Bagas Putra Riyadhana
Menurut Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional (Tbk), Jusak Kertowidjojo, saat ini Kia masih fokus mengejar target volume, meskipun lini produksi completely knock down (CKD) tetap memungkinkan.
ADVERTISEMENT
"Kita kan punya pabrik (Indomobil), tidak ada masalah. Sekali lagi kita harus mengejar volume dulu," kata Jusak Kertowidjojo di sela-sela peluncuran Kia Seltos di Jakarta beberapa waktu lalu.
Membuka pabrik perakitan mobil di dalam negeri, lanjut Jusak, ada target volume penjualan sekitar 30 ribuan unit yang harus dicapai. Sementara Marketing & Development Division Head KIA, Ario Soerjo, menyebut Kia akan memanfaatkan pabrik perakitan yang sudah ada untuk CKD.
"Belum ada (target CKD), baru reorganisasi diler November 2019, jadi tergantung volume. Indomobil juga bukan grup kecil dan banyak fasilitasnya (pabrik)," kata Ario.
Ario juga mengatakan PT Kreta Indo Artha, akan memaksimalkan sumber daya yang ada agar Kia tidak lagi terpuruk, termasuk pemanfaatan diler-diler Indomobil yang sudah ada sebelumnya.
ADVERTISEMENT
"Kami kan punya resources, nanti akan ada diler-diler Indomobil yang akan jadi Kia, apapun itu. Beberapa sudah ada, salah satunya Renault," ujarnya.
Sejak membuka keran bisnisnya pada November 2019, Kia sudah mempersiapkan 24 jaringan diler dan bengkel di Indonesia. Ke depannya ditargetkan akan mencapai 38 unit di akhir 2020.