Kisah Bengkel Spesialis Mitsubishi, Berawal dari Galant yang Tak Kunjung Sembuh

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bengkel Galant Auto Parts di Cibubur, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bengkel Galant Auto Parts di Cibubur, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Mobil Mitsubishi lawas masih digunakan oleh sebagian pemiliknya hingga sekarang. Seiring usia kendaraan bertambah, perawatan mobil-mobil tersebut membutuhkan mekanik yang memahami karakter mesin dan komponen yang sudah berumur.

Salah satu bengkel yang fokus menangani Mitsubishi lawas adalah Galant Auto Parts milik Zaenal. Ia bilang sebenarnya bengkel miliknya melayani berbagai jenis mobil Mitsubishi, baik model lama maupun baru.

Karena lebih sering menangani dan membuat konten mengenai Galant, nama bengkelnya kemudian lebih dikenal sebagai bengkel spesialis Galant. Pria asal Salatiga, Jawa Tengah, itu sejak awal memang memiliki ketertarikan terhadap sedan lawas Mitsubishi, khususnya Galant.

"Awal mulanya itu tahun 2008 saya punya mobil Galant. Mobilnya saya bawa ke bengkel, sehari bisa towing tiga kali pindah-pindah bengkel. Akhirnya tiga bulan nggak ketemu solusi, sudah habis sekitar Rp 60 juta sampai Rp 80 juta," kata Zaenal kepada kumparan saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (15/9).

Proses servis Mitsubishi Galant. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Pengalaman tersebut justru membuat Zaenal penasaran untuk memahami sendiri karakter Galant. Ia kemudian membeli unit Galant lain dengan kondisi yang lebih prima dan mulai membongkar mesin sampai overhaul secara mandiri guna mempelajarinya.

Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi usaha. Setelah beberapa tahun memahami Galant, Zaenal mendapat saran dari salah satu teman untuk membuka bengkel.

Akhirnya, ia mengikuti permintaan tersebut dan mulai membuka bengkel di Jatiwarna, Bekasi, pada tahun 2015 yang menangani berbagai Mitsubishi klasik, seperti Lancer, Galant VR4, FTO, dan GTO.

"Mesinnya Galant V6 jadi sesuai karakter, watak, dan perilaku saya. Pada dasarnya saya memang suka otomotif, bukan orang yang latar belakang Mitsubishi. Di situlah ngulik dan menambah pengalaman," ungkapnya.

Pengalaman menangani Mitsubishi lawas kemudian membawa Galant Auto Parts mendapatkan pekerjaan dari jaringan bengkel resmi. Salah satunya terjadi ketika Mitsubishi Kalimalang menjadi pemenang tender dari Polda Metro Jaya untuk menangani kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).

Ilustrasi mobil patroli dan pengawalan. Foto: Shutterstock

"Sekitar tahun 2017, jumlahnya saat itu ada puluhan mobil. Mobil-mobil PJR itu banyak, Lancer EX dan Galant, semuanya rata-rata masuk ke sini. Kerja samanya sekitar tiga sampai empat tahun, sampai pandemi Covid-19," tambahnya.

Setelah periode tersebut, kendaraan PJR tidak lagi masuk ke Galant Auto Parts melalui Mitsubishi Kalimalang. Pekerjaan itu berhenti lantaran cabang bengkel resmi itu tidak lagi menjadi pemenang tender penanganan kendaraan PJR.

Pengalaman menangani kendaraan PJR menjadi salah satu bagian dari perjalanan Galant Auto Parts yang awalnya dibangun dari ketertarikan Zaenal terhadap Mitsubishi Galant. Sampai sekarang, bengkel tersebut tetap banyak menangani Mitsubishi lawas, mulai dari perawatan mesin, kaki-kaki, restorasi, hingga kebutuhan berbagai kebutuhan modifikasi.