Konversi Mobil Jadi BBG, Siapkan Dana Mulai Rp 14 Juta
·waktu baca 2 menit

Bahan bakar gas (BBG) menjadi opsi energi alternatif bahan bakar minyak (BBM). Menawarkan efisiensi biaya operasional, pengguna yang ingin mengkonversi mobilnya perlu siapkan biaya mulai Rp 14 jutaan.
Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala mengatakan, pihaknya menyediakan paket konversi dengan beberapa kapasitas tabung gas. Satuannya menggunakan LSP atau Liter Setara Premium.
“Ada ukuran 12 dan 16 LSP. Kalau menurut saya, tanggung mending yang 16 LSP sekalian. Ada juga yang 8 LSP buat yang nggak mau tabung besar, tapi kapasitasnya kecil banget,” jelas Andy di bengkel SuperMekanik, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut, pilihan harga variatif tersedia berkat material tabung yang berbeda-beda. Komogas menyediakan 4 tipe, mulai dari tipe 1 dengan material 100 persen besi, tipe 2 kombinasi 70 persen besi dan 30 persen composite, tipe 3 terdiri dari 30 persen besi dan 70 persen composite, serta tipe 4 menggunakan 100 persen composite.
Perbedaan material tersebut berpengaruh pada bobot tabung. Semakin tinggi material composite yang digunakan, maka tabung menjadi lebih ringan. “Dengan spek yang sama, yang (full) besi itu 15 kilogram, kalau ini (full composite) cuma 15 kilogram,” katanya.
“Kalau kita main di tabung tipe 2 itu Rp 17 juta, tabung tipe 1 Rp 14 juta, tipe 3 Rp 24 juta, dan tipe 4 Rp 25 juta,” rincinya.
Adapun komponen kit yang didapatkan dari paket tersebut meliputi tabung gas, lubang pengisian BBG, reducer, filter gas, injector/nozzle gas, selang-selang, serta jasa pemasangan.
Saat ini, Komogas telah memiliki 450 anggota yang menggunakan BBG. Banyak dari pengguna tersebut merupakan kendaraan model terbaru, utamanya untuk kebutuhan transportasi taksi online.
Tekan biaya operasional harian
Diminati taksi online lantaran mampu memberikan figur efisiensi biaya lebih rendah untuk operasional. Salah satu faktornya adalah harga gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dibanderol Rp 4.500 per LSP.
“Kalau di kami, driver online tuh banyak. Apalagi misal dia jalan sehari 300 kilometer, kalau anggap konsumsi BBM 1:10, berarti butuh 30 liter. Artinya butuh Rp 300 ribu per hari pakai Pertalite, kalau BBG harga per liternya Rp 4.500, cukup Rp 135 ribu,” ungkapnya.
“Berarti dia (taksi online) bisa hemat Rp 165 ribu per hari. Dikalikan 30 hari jadi hemat Rp 4.950.000,” sambungnya.
Hitung-hitungan tersebut telah ia buktikan sejak mengkonversi mobilnya dengan BBG sedari 2023 lalu. Andy juga sudah melakukan uji coba dengan berkendara Jakarta sampai Bali menggunakan bahan bakar gas.
