Otomotif
·
19 April 2021 9:37

Konversi Motor Bensin ke Listrik Bertenaga Buas, Segini Biayanya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Konversi Motor Bensin ke Listrik Bertenaga Buas, Segini Biayanya (4865)
searchPerbesar
Penempatan dinamo listrik pada hub roda. Foto: dok. Ady Siswanto/Petrikbike
Searah dengan program percepatan kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan legalkan konversi motor bensin ke listrik.
ADVERTISEMENT
Payung hukumnya Permenhub Nomor 65 Tahun 2020, tentang Konversi Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.
Nah ini membuat para pebisnis otomotif ikut berinovasi, seperti rumah modifikasi khusus motor listrik PetrikBike salah satunya. Ady Siswanto si pemilik menawarkan paket hemat mengkonversi motor konvensional menjadi listrik mulai Rp 15 juta.
"Paket hemat dan lengkap dalam artian terima beres sudah bongkar pasang mulai Rp 15 juta. Itu kecepatan bisa 50 sampai 60 kilometer per jam," kata Ady kepada kumparan, Minggu (17/4).
Konversi Motor Bensin ke Listrik Bertenaga Buas, Segini Biayanya (4866)
searchPerbesar
Roda belakang sepeda motor listrik United e-Motor T1800. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Nantinya dinamo yang akan dipasangkan pada hub atau tromol menggunakan daya 2.000 watt. Sementara untuk baterai menggunakan Lithium-Ion berkapasitas 1 kWh.
"Kira-kira dengan spesifikasi itu motor bisa berjalan 40 sampai 50 kilometer. Untuk paket ini lama pengecasan dari nol sampai penuh sekitar 4 hingga 6 jam," kata dia.
ADVERTISEMENT
Posisi penempatan baterai, untuk motor matik biasanya akan diletakkan pada ruang mesin. Karena tak lagi membutuhkan mesin konvensional, otomatis jantung mekanis akan dikeluarkan.
"Biaya segitu kita jamin pengerjaan rapi dan ketika ingin balik ke motor bensin lagi dipastikan bisa tanpa ada ubahan apa pun," ungkap dia.

Rp 40 juta, top speed bisa tembus 170 km/jam

Konversi Motor Bensin ke Listrik Bertenaga Buas, Segini Biayanya (4867)
searchPerbesar
Honda BeAT dikonversi menjadi motor listrik. Foto: dok. Ady Siswanto/Petrikbike
Nah, jika paketan tadi dirasa kurang greget, Ady juga menyanggupi membuat motor listrik dengan tenaga badak. Dia mengatakan motor listrik tergahar yang ia pernah konversi bisa berlari 170 kilometer per jam.
Belum lama ini Ady baru saja merampungkan pengerjaan Honda BeAT bertenaga listrik. Output-nya disebut bisa mengasapi motor sport Kawasaki Ninja 250 cc 2-silinder.
"Iya bisa 170 kilometer per jam. Kira-kira tenaga maksimalnya 39 dk kuda dan torsi 50 Nm," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sengaja membandingkan dengan Ninja 250 cc yang punya torsi 23,5 Nm, artinya torsi Honda BeAT listrik ini lebih besar 2 kali lipat. Dengan bobot dan dimensi BeAT yang kecil bisa dibayangkan seberapa besar tenaga dari motor listrik konversi tersebut.
Konversi Motor Bensin ke Listrik Bertenaga Buas, Segini Biayanya (4868)
searchPerbesar
Ruang penyimpanan baterai di Honda BeAT. Foto: dok. Ady Siswanto/Petrikbike
"Yang paket Rp 40 sampai 50 jutaan nanti pake baterai lebih besar 2 kW dengan 3 slot sekaligus. Jarak tempuh bisa 150 kilometer tapi kecepatan harus 50 kilometer per jam," pungkasnya.
Sementara untuk dinamo listriknya, Ady tak tanggung-tanggung ia menyematkan motor berkapasitas 5.000 watt sekaligus. Lokasinya ditempatkan pada bagian hub atau juga tromol roda belakang.
Konversi Motor Bensin ke Listrik Bertenaga Buas, Segini Biayanya (4869)
searchPerbesar
Honda BeAT dikonversi menjadi motor listrik. Foto: dok. Ady Siswanto/Petrikbike
Adapun untuk lama pengerjaannya, Ady menjanjikan motor konversi listrik bisa rampung dalam waktu 2 bulan. Perlu dicatat ya, biaya di atas tak termasuk sepeda motor konvensional, artinya motor bahan yang ingin disulap jadi motor listrik harus dibawa sendiri.
ADVERTISEMENT
"Harga itu berlaku untuk motor apa saja, dari matik, manual bebek, atau kopling, sama." imbuhnya.
Bagaimana, tertarik punya motor listrik jalur konversi mesin BBM?
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020