Krisis Chip Mengusik Dua Merek Mobil Mewah di Indonesia

Krisis chip atau semikonduktor mulai terasa dampaknya terhadap industri otomotif dalam negeri. Setelah Mazda, kini Mercedes-Benz Indonesia mengungkapkan kekhawatirannya.
Demikian seperti diungkapkan Deputy Director Sales Operation and Product Management PT MBDI, Kariyanto Hardjosoemarto.
“Kalau bicara status per hari ini memang belum ada dampaknya terhadap suplai kendaraan kami. Tapi kami terus memonitor suplai di bulan-bulan mendatang, karena ada kemungkinan kami bisa berdampak juga,” ucapnya kepada kumparan, Kamis (13/5/2021).
Karena itu, guna mengantisipasi adanya potensi keterlambatan pengiriman kendaran ke konsumen akibat krisis chip yang terjadi di global, PT MBDI kini terus berkomunikasi secara intens dengan Mercedes-Benz global.
Berbagai strategi pencegahan pun telah disiapkan MBDI bersama Mercedes-Benz global. Sayangnya, Kariyanto belum bisa mengungkapkan strategi atau langkah apa yang akan dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi hal tersebut.
Hal Serupa Dihadapi BMW
Tidak hanya Mercedes-Benz, merek mobil mewah lainnya, BMW, juga turut merasakan hal yang sama. Mengutip dari Bloomberg, pabrikan otomotif asal Stuttgart Jerman itu juga terpaksa harus mengurangi jam kerja pada salah satu fasilitas produksi BMW, di Regensburg, Jerman.
Selain berdampak pada pengurangan jam kerja, permasalahan krisis chip di global itu juga sempat membuat aktivitas produksi dari MINI yang masih jadi bagian dari BMW Group, harus dihentikan sementara selama 3 hari.
Dengan dilakukannya strategi tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi dari seluruh pabrik BMW dan MINI di seluruh dunia. Untuk pasar Indonesia sendiri, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, mengatakan krisis chip yang terjadi tersebut belum berdampak serius terhadap distribusi BMW di Tanah Air.
“BMW Group telah membuat penyesuaian individu pada program produksinya dengan mempertimbangkan ketersediaan komponen semikonduktor. Sampai dengan saat ini memang belum ada pengaruh yang signifikan, apabila ada pengaruh hanya minor,” kata Jodie kepada kumparan, Rabu (12/5/2021).
Sayangnya, Jodie enggan mengungkapkan pengaruh atau dampak minor apa yang dialami oleh BMW Group Indonesia. Dirinya juga belum mau memastikan terkait kondisi suplai BMW di Tanah Air.
Meskipun demikian, Jodie memastikan pihaknya terus berkomunikasi dengan BMW Global terkait pasokan unit untuk pasar Indonesia. Dirinya juga berharap, seluruh pasokan kendaraan untuk tahun ini dapat datang sesuai tepat waktu.
***
