Kunci Akselerasi Motor Matik Tetap Halus, Ketahui Waktu Ideal Servis CVT

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi CVT motor matic. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi CVT motor matic. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Kalau baru punya motor matik, ada salah satu hal penting yang jangan sampai terlewat, yakni melakukan servis Continuously Variable Transmission (CVT). Komponen ini merupakan kunci di balik halusnya akselerasi motor sehari-hari.

Service Advisor Yamaha Putera Ragunan, Ujet Sudrajat, menjelaskan CVT punya fungsi dalam mengatur gigi secara otomatis pada motor matik yang membuat akselerasinya bisa menyesuaikan kebutuhan pengendara.

“Fungsi dari CVT adalah mengatur perbandingan gigi secara otomatis sehingga memberikan akselerasi yang halus dan mulus, dapat menyesuaikan berdasarkan kebutuhan,” kata Ujet kepada kumparan saat dihubungi.

Menurut Ujet, CVT memiliki pengaruh yang besar karena merupakan bagian yang sangat penting dari motor matik. Kondisi CVT yang baik bisa mengurangi konsumsi bahan bakar sehingga lebih hemat.

Ilustrasi membersihkan CVT motor matic. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Adapun, pengendara disarankan untuk selalu melakukan servis CVT secara berkala tiap odometer menempuh setiap 10 ribu kilometer. Tujuannya menghindari masalah yang lebih serius pada komponen-komponen di dalam CVT.

“Disarankan tiap 10 ribu kilometer wajib untuk dibersihkan. Apabila tidak melakukan perawatan berkala, biasanya terjadi gesekan yang berlebihan antara komponen CVT, menyebabkan kerugian yang sangat besar,” tegasnya.

Bagian CVT bekerja dengan belt, pulley, dan mangkuk ganda yang ada di dalam rumah tertutup. Seiring pemakaian berkendara kotoran dari jalanan bisa menumpuk. Kalau dibiarkan tarikan motor jadi berat, boros bahan bakar, atau bikin aus komponen lainnya.

“Biasanya komponen yang sering aus seal kruk as, seal sliding, clutch housing atau mangkuk ganda, dan pulley. (tanda) Keausan komponen yang ada CVT, bergetar, suara kasar, dan konsumsi bahan bakar tidak efisien,” imbuhnya.

Ilustrasi perawatan komponen CVT sepeda motor. Foto: Sena Pratama/kumparan

Belakangan, beberapa pengendara ada yang melakukan servis CVT sendiri di rumahnya menggunakan alat serta perlengkapan yang sama seperti bengkel. Ujet bilang, servis sendiri sebenarnya aman, tapi lebih baik ke bengkel resmi.

“Aman-aman saja, tapi disarankan ke bengkel resmi. Untuk biayanya di bengkel resmi bervariasi sekitar Rp 120 ribu,” ungkapnya.

Sebagai Service Advisor, Ujet membagikan tips agar CVT lebih awet selain dari melakukan perawatan rutin, yaitu penting bagi pengendara untuk menggunakan motor secara normal.

“Intinya perawatan rutin dan cara menghindarinya pemakaian standar aja. Pemakaian standar dalam arti kalau posisi lampu merah kadang ada yang suka tahan handel rem belakang sambil memainkan (putaran) gas,” pungkasnya.