Lebih Murah dari Bensin, Isi Penuh BBG Tak Sampai Rp 100 Ribu
22 Oktober 2025 6:00 WIB
·
waktu baca 3 menitDiperbarui 17 November 2025 16:25 WIB

Lebih Murah dari Bensin, Isi Penuh BBG Tak Sampai Rp 100 Ribu
Harga BBG saat ini dibanderol Rp 4.500 per LSP. Artinya, dalam satu kali pengisian penuh tak memerlukan biaya hingga Rp 100 ribu. #kumparanOTOkumparanOTO

ADVERTISEMENT
Harga jual bahan bakar gas (BBG) dibanderol lebih murah dibanding bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, untuk ukuran tabung terbesar yakni 16 LSP (liter setara Premium) hanya membutuhkan kurang dari Rp 100 ribu untuk sekali pengisian penuh.
ADVERTISEMENT
Saat ini, BBG dipasarkan seharga Rp 4.500 per Liter Setara Premium (LSP). Adapun kapasitas tabung yang saat ini tersedia di pasaran terdiri dari 8 liter, 12 liter, dan 16 liter.
“Ada ukuran 12 dan 16 LSP. Kalau menurut saya, mending yang 16 LSP sekalian. Ada juga yang 8 LSP buat yang nggak mau tabung besar, tapi kapasitasnya kecil banget,” jelas Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala kepada kumparan di bengkel SuperMekanik, akhir pekan lalu.
Artinya, untuk melakukan pengisian satu tabung BBG hingga penuh, pengguna hanya membutuhkan Rp 36 ribu untuk tabung 8 LSP, Rp 54 ribu untuk tabung 12 LSP, serta Rp 72 ribu untuk kapasitas 18 LSP.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, tidak semua daerah di Indonesia memiliki SPBG. Andy berbagi cerita saat ia melakukan perjalanan menggunakan Hyundai H-1 BBG miliknya dari Jakarta ke Bali. Harga BBG di Pulau Dewata dijual sekitar Rp 17 ribu per LSP.
“Di Bali bisa pakai BBG, tapi di Bali lebih mahal karena dia dikirim dari Surabaya. Di sana nggak ada SPBG, jadi mereka jual itu Rp 16-17 ribu per liter (LSP),” katanya.
Kemudian, bicara jarak tempuh, konsumsi BBG akan setara dengan konsumsi ketika mobil menggunakan BBM. Misal, suatu mobil mencatatkan figur konsumsi BBM 10 km/liter, maka dengan BBG pun akan menghasilkan angka serupa.
Dari analogi tersebut, bisa dihitung kasar dengan satu tangki penuh BBG berkapasitas 16 LSP, maka mampu melajukan mobil hingga 160 kilometer. Daya tempuh itu bisa lebih jauh apabila konsumsi BBM mobilnya lebih hemat.
ADVERTISEMENT
Andy juga menjelaskan skenario sehari-hari jika mobil dengan BBG digunakan sebagai armada taksi online. Menurutnya, bisa memberikan efisiensi hingga lebih dari 50 persen.
“Tapi yang paling terdepan dari konversi BBG adalah efisiensi. Misalkan taksi online sehari jalan 300 kilometer dengan konsumsi bahan bakar 10 km/liter, artinya dia membutuhkan 30 liter bensin seharga Rp 10 ribu (Pertalite), jadi Rp 300 ribu per hari,” jelasnya.
Sementara, BBG jauh lebih hemat. Dengan rute yang sama, pengguna hanya membutuhkan Rp 135 ribu untuk membeli 30 LSP gas untuk perjalanan 300 kilometer.
“Berarti dia (taksi online) bisa hemat Rp 165 ribu per hari. Dikalikan 30 hari jadi hemat Rp4.950.000, dananya bisa dijadikan untuk nyicil mobil kan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Bicara harga, paket konversi BBG pada mobil penumpang berkisar mulai dari Rp 14-25 juta. Tergantung ukuran dan material tabung yang digunakan.
