Masalah Mekanisme Pintu, Jutaan Mobil di China Harus Di-recall

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desain gagang pintu model terlipat ke dalam mobil listrik Jetour x20e. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Desain gagang pintu model terlipat ke dalam mobil listrik Jetour x20e. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sesuatu yang terlihat canggih tidak selalu menawarkan kemudahan dan rasa keamanan lebih tinggi. Contohnya tren gagang pintu elektrik pada mobil listrik kekinian, terutama di China yang kini justru jadi penyebab recall besar-besaran.

Seperti yang dilaporkan Car News China, Pemerintah China melalui Badan Pengatur Pasar (SAMR) mengumumkan langkah penarikan kembali atau recall secara masif yang melibatkan jutaan unit mobil listrik di sana.

Nama-nama besar pun tak luput, sebut saja mulai dari Tesla, Geely melalui merek Zeekr, Xiaomi, Xpeng, hingga Leapmotor resmi mengajukan rencana program perbaikan tersebut. Fokus permasalahan ada pada tuas pintu darurat di dalam kabin.

Industri otomotif China yang tengah berkembang pesat, berlomba-lomba menghadirkan sesuatu yang baru pada kendaraan. Salah satunya adalah mekanisme buka tutup pintu dari dalam kabin yang kini lebih banyak mengandalkan tombol elektris.

Pembaruan sistem door handle pada mobil listrik Xiaomi SU7. Foto: Xiaomi

Di balik kesan canggih dan estetika desain, model tuas pintu kabin seperti itu ternyata menyimpan potensi bahaya ketika mobil kecelakaan akibat sistem kelistrikan terputus yang dapat menyebabkan fitur tidak berfungsi.

Itulah alasan setiap model yang dilengkapi dengan mekanisme seperti itu sudah dilengkapi dengan tuas pintu konvensional darurat, yang biasanya tersembunyi di balik doortrim. Namun justru di sini menambah masalah baru.

Apalagi kebanyakan model-model yang ditemukan di lapangan memperlihatkan tuas pintu untuk keadaan darurat itu memiliki penutup dengan warna serupa seperti bagian panel-panel pintu atau dashboard.

Alhasil pada skenario darurat, pengemudi atau penumpang kemungkinan bisa saja tidak dapat melihat tuas konvensional tersebut saat panik melanda. Selain itu, fungsi ini kian bermanfaat kala kelistrikan mobil listrik mati total.

Pembaruan sistem door handle pada mobil listrik Xiaomi SU7. Foto: Xiaomi

Tesla menjadi pabrikan yang paling terdampak dalam penarikan kali ini dengan jumlah mencapai lebih dari 3 juta unit kendaraan. Sementara itu, Xiaomi juga menarik sekitar 390 ribu unit SU7, disusul Leapmotor sebanyak 371 ribu unit dan Xpeng lebih dari 264 ribu unit.

Sebagai bentuk penanganan, produsen akan memasang label peringatan khusus pada tuas mekanis darurat tersebut secara gratis. Selain itu, sebagian besar unit terdampak juga bakal menerima pembaruan sistem over-the-air atau OTA untuk menurunkan kaca secara otomatis pasca kecelakaan.

Aksi recall massal ini bergulir mendahului pemberlakuan standar teknis keselamatan gagang pintu baru dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China. Regulasi baru yang akan berlaku mulai Januari 2027 tersebut mewajibkan tuas interior terlihat jelas serta berjarak maksimal 300 mm dari tepi pintu.

Langkah tegas regulator China ini menegaskan makin ketatnya pengawasan terhadap aspek keselamatan kendaraan listrik di pasar domestik. Pengetatan aturan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden fatal akibat desain komponen interior yang kurang fungsional.