Masih Pakai Karburator, Kawasaki KLX Aman dari Krisis Semikonduktor
·waktu baca 2 menit

Segmen motor trail entry level di tanah air, khususnya kelas 150 cc, punya pasar tersendiri, terutama bagi Kawasaki dengan KLX series-nya.
Kawasaki memulai debut KLX series dengan memperkenalkan KLX 150 sebagai model yang pertama pada 2009 lalu. Hingga membuat KLX series menjadi tulang punggung penjualan motor Kawasaki di Indonesia.
“Kalau di Kawasaki share di supermoto ada di sekitar 60 persen dari KLX 150 series. Jadi kita punya KLX 150 BF, 150, dan KLX 150L yang supermoto dan D-tracker share-nya 60 persen," ujar Head Sales & Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Michael C. Tanadhi di Kemayoran belum lama ini.
Lebih lanjut, Michael menyebut, penjualan unit Kawasaki KLX series ini bahkan bisa mencapai ribuan unit per bulan.
“Untuk per bulannya KLX yang dual purpose itu ada di angka 2.500-an unit. D-Trackernya ada di 2.900 sampai 3.000 unit di 2021 lalu," imbuhnya.
Kini, segmen motor trail kelas 150 cc mulai kedatangan beberapa pemain besar lainnya seperti Honda dengan CRF150L dan Yamaha yang mengandalkan WR155.
Kendati KLX150 sampai saat ini masih menggunakan teknologi sederhana jika dibandingkan dengan kompetitornya, terutama pada komponen penyalur BBM yang masih pakai karburator. Michael mengaku tidak khawatir kehadiran kompetitornya tersebut.
Sebab, menurutnya, produk KLX series seperti KLX150 diuntungkan dari sisi ketersediaan produk di lapangan karena tidak terimbas dari kelangkaan chip semikonduktor.
“Yang lain kan produknya ada, tetapi kami produk ada, stock-nya juga ada,” terang Michael.
Namun, ketika disinggung apakah Kawasaki KLX150 akan mendapatkan penyegaran berupa tampilan maupun teknologi baru, Michael mengatakan pihaknya saat ini masih mempelajari hal tersebut.
Spesifikasi teknis Kawasaki KLX150
Harga: Rp 32.000.000 (MSRP OTR Jakarta per Juni 2022)
Mesin: 144 cc SOHC 2-valves 4-strokes berpendingin udara
Tenaga: 11,8 dk/8.000 rpm
Torsi: 11,3 Nm/6.500 rpm
Transmisi: Manual, 5-percepatan
Kompresi: 9,5:1
Suspensi depan: ø33 mm telescopic fork
Suspensi belakang: Uni Trak, single shock with adjustable spring preload
Ban depan: 70/100-19M/C 42P
Ban belakang: 90/100-16M/C 51P
Dimensi (PxLxT): 2.050 x 830 x 1.115 mm
Wheelbase: 1.355 mm
Jarak ke tanah: 255 mm
Tinggi tempat duduk: 870 mm
Berat: 116 kg
Kapasitas tangki BBM: 6,9 liter.
