Meksiko Naikkan Tarif Impor hingga 50 Persen, Mobil Buatan RI Bisa Terdampak
·waktu baca 3 menit

Pemerintah Meksiko mengumumkan akan menaikkan tarif impor mobil asal China dan sejumlah negara Asia lainnya hingga 50 persen. Langkah ini disebut sebagai bagian dari perombakan besar tarif impor lintas sektor, mulai dari otomotif, baja, tekstil, hingga mainan.
Berdasarkan laporan Reuters, Kementerian Ekonomi Meksiko menyebut kebijakan tersebut akan berdampak pada barang impor senilai 52 miliar USD atau setara Rp 856,674 triliun.
Tarif untuk mobil asal China, yang sebelumnya sebesar 20 persen, dinaikkan ke level maksimum yang diizinkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Mereka sebenarnya sudah ada tarifnya. Yang akan kami lakukan adalah menaikkan ke level maksimum yang diperbolehkan,” kata Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard kepada wartawan.
“Tanpa perlindungan tertentu, hampir mustahil bersaing,” lanjutnya.
Ebrard menegaskan, kebijakan ini ditujukan guna melindungi 325 ribu lapangan kerja di sektor industri dan manufaktur. Ia menuding mobil-mobil China masuk ke pasar lokal dengan harga di bawah harga acuan.
Keputusan ini juga dinilai tidak lepas dari tekanan Amerika Serikat. Washington disebut tak ingin China menggunakan Meksiko sebagai pintu masuk untuk memperluas pengaruh ekonominya di kawasan Amerika Latin.
“AS tidak akan membiarkan China menggunakan Meksiko sebagai jalan belakang,” ujar Mariana Campero dari CSIS Americas Program.
Ia menambahkan, dalam 10 tahun terakhir defisit perdagangan Meksiko dengan China sudah berlipat ganda hingga mencapai 120 miliar USD atau pada 2024.
Analis Banco BASE, Gabriela Siller, menilai tarif baru ini bisa saja mendorong lonjakan permintaan mobil China dalam jangka pendek.
“Tarif pada negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko punya dua tujuan. Pertama, menambah pemasukan, dan kedua, terlihat baik di mata Trump,” ujar Siller.
Sementara John Price, Managing Director di Americas Market Intelligence, menyebut langkah Meksiko adalah upaya kompromi. “Meksiko mencoba menyenangkan Amerika, tetapi juga tetap melindungi kebijakan industrinya yang sudah berhasil selama 30 tahun terakhir,” katanya.
Selain mobil, tarif baru Meksiko juga mencakup baja, mainan, dan motor dengan kenaikan 35 persen, sementara tekstil dikenai bea masuk antara 10 hingga 50 persen.
Imbas ke Indonesia
Selain China ada sejumlah negara yang juga terkena imbasnya. Eksportir lainnya juga akan merasakan, yakni Korea Selatan, India, Rusia, Thailand, Turki, dan juga Indonesia.
Sebagai catatan Indonesia merupakan salah satu negara yang juga berkontribusi rutin mengirimkan mobil rakitan Tanah Air ke sana baik secara utuh (CBU) maupun komponen.
Berdasarkan data ekspor CBU Gaikindo ada sejumlah pabrikan di Indonesia yang mengirim mobil ke Meksiko mulai dari Toyota, Daihatsu, hingga Honda.
Berikut adalah rincian data ekspor ke Meksiko periode Januari hingga Juli 2025:
Toyota
Avanza 2.493 unit
Veloz 3.306 unit
Raize 4.904 unit
Suzuki
Ertiga 1.901 unit
XL7 1.313 unit
Honda
BRV 3.262 unit
Mitsubishi
Xpander 3.379 unit
Xforce 5.733 unit
Hyundai
Creta 9.904 unit.
