Melihat Kia PV5 Versi Klinik Berjalan, Teringat Pregio yang Pernah Eksis

Ketika melihat mobil listrik dipamerkan, kebanyakan orang akan membayangkan kendaraan penumpang atau SUV dengan teknologi terbaru. Namun, Kia membawa perspektif berbeda di GIIAS 2026.
Pabrikan asal Korea Selatan itu menunjukkan bahwa sebuah kendaraan listrik tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat berubah menjadi ruang kerja yang mengikuti kebutuhan penggunanya.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui Kia PV5, van listrik berbasis Platform Beyond Vehicle (PBV) yang menjadi salah satu model utama di booth Kia. Tidak hanya dapat melihat versi penumpang, tetapi juga sebuah proof of concept yang disulap menjadi semacam klinik berjalan.
Kehadiran dua konfigurasi berbeda itu menjadi cara Kia memperlihatkan filosofi pengembangan PBV. Berbeda dengan kendaraan konvensional yang umumnya dirancang untuk satu fungsi, platform ini memungkinkan satu basis kendaraan dikembangkan menjadi berbagai kebutuhan, mulai dari mobil keluarga hingga layanan kesehatan.
Dengan begitu kendaraan tidak lagi diposisikan hanya sebagai sarana berpindah tempat, melainkan juga sebagai media untuk membawa layanan mendekati masyarakat.
Pertama dari Kia PV5 klinik berjalan dulu. Interiornya disulap menjadi ruang pemeriksaan kesehatan. Berbagai perangkat medis ditempatkan di dalamnya, mulai dari Butterfly iQ+ sebagai perangkat USG portabel, Airdoc Retina Scan untuk pemeriksaan retina mata, fasilitas Vitamin C Support, hingga elektrokardiogram (EKG) yang digunakan memantau aktivitas kelistrikan jantung.
Seluruh perangkat tersebut ditempatkan tanpa menghilangkan ruang gerak tenaga medis. Hal itu berkat karakter PV5 yangmemiliki lantai datar, atap tinggi, dan bukaan pintu yang lebar. Platform PBV membuat penataan kabin lebih mudah, karena tidak lagi membutuhkan ruang mesin besar maupun 'bonggol' transmisi konvensional.
Di sebelahnya, Kia juga membawa PV5 reguler sebagai gambaran penggunaan yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Versi ini menawarkan kabin yang dirancang fleksibel dengan konfigurasi kursi yang dapat disesuaikan, sehingga dapat digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun kendaraan operasional bisnis.
Pada showcase yang ditampilkan Kia, gang pada baris kedua berada di samping untuk memudahkan akses ke baris belakang. Memang bukan hadir dalam konfirguasi jok berupa captain seat. Namun fleksibilitas ini yang bisa dibilang jadi nilai tambah.
Kedua model tersebut berasal dari platform yang sama. Perbedaannya terletak pada bagaimana ruang di dalam kendaraan dimanfaatkan. Pada versi passenger, fokusnya adalah kenyamanan penumpang, sementara pada versi klinik berjalan, seluruh ruang kabin dioptimalkan untuk mendukung aktivitas pemeriksaan kesehatan.
Konsep tersebut bisa dibilang membuka peluang baru. Layanan kesehatan bergerak dapat menjangkau kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat, hingga daerah yang fasilitas kesehatannya masih terbatas tanpa harus membangun infrastruktur permanen.
Di sisi lain, platform yang sama juga dapat dikembangkan menjadi kendaraan logistik, kendaraan operasional perusahaan, maupun shuttle penumpang hanya dengan mengubah konfigurasi kabinnya.
Bicara spesifikasi, kendaraan ini memiliki dimensi panjang 4.695 mm, lebar 1.895 mm, tinggi sekitar 1.900 mm, serta jarak sumbu roda hampir tiga meter. Proporsi tersebut menghasilkan lantai kabin rata dan ruang interior roomy, salah satu karakter penting dalam pengembangan kendaraan berbasis PBV.
Untuk pasar global, Kia menyediakan dua pilihan baterai berbasis Nickel Cobalt Manganese (NCM) berkapasitas 51,5 kWh dan 71,2 kWh. Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga hingga 120 kW atau sekitar 163 dk dengan torsi 250 Nm.
Pada tipe baterai terbesar, PV5 mampu menempuh jarak hingga 412 kilometer berdasarkan siklus pengujian WLTP. Pengisian cepat DC dari 10 hingga 80 persen juga dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit.
Sebagai kendaraan yang dikembangkan untuk kebutuhan bisnis, Kia PV5 dibekali teknologi digital yang mendukung operasional armada. Sistem infotainment berbasis Android Automotive OS memungkinkan integrasi aplikasi bisnis, pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA), hingga penggunaan Digital Key 2.0.
Kia PV5 juga mendukung fitur Vehicle-to-Load (V2L) sehingga daya baterainya dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat elektronik eksternal ketika dibutuhkan. Coba, teringat Kia Pregio yang dulu sempat hadir di Indonesia nggak?
