Memahami Fungsi Pretensioner dan Load Limiter Sabuk Pengaman Mobil

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Penggunaan Sabuk Pengaman Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penggunaan Sabuk Pengaman Foto: Shutterstock

Sabuk pengaman mobil sekarang sudah lebih canggih dari sekadar tali pengaman pasif. Sistem keamanan modern pada mobil kini sudah dilengkapi pretensioner dan load limiter agar sabuk tidak hanya mengikat, tapi juga bekerja secara aktif dalam kecelakaan.

Mensitat How Stuff Works, fitur pretensioner berfungsi untuk lebih sigap menarik sabuk saat sensor mendeteksi deselerasi mendadak akibat kecelakaan. Muatan peledak di dalamnya akan melilit tali dengan cepat agar tubuh pengemudi tertarik ke kursi sebelum benturan terjadi.

Cara kerjanya, muatan peledak mini yang tersembunyi dalam retractor sabuk itu akan memicu piston untuk menarik tali secepat kilat. Hal ini membuat posisi tubuh pengemudi tetap stabil dan peluang terbentur ke setir atau dashboard mobil bisa ditekan seminimal mungkin.

Sementara itu, teknologi load limiter bekerja setelah pretensioner melakukan tugasnya. Saat gaya yang diterima terlalu besar, teknologi ini akan membuka jalur sabuk sedikit sehingga tekanan sabuk ke tubuh tidak terlalu tinggi. Tujuannya guna meminimalisir risiko cedera karena tali pada sabuk.

Ilustrasi pretensioner dan force limiter pada mobil. Foto: Dok. Auto Trader

Pada teknologi load limiter, ada sistem sederhana layaknya jahitan khusus yang robek sepersekian detik pada gaya tertentu. Ada pula sistem yang lebih maju menggunakan batang torsi (torsion bar) di retractor sabuk yang berperan dalam memutar serta melepaskan sabuk.

Sabuk pengaman yang punya pretensioner serta load limiter bekerja sinergis dengan airbag. Mekanismenya diawali pretensioner yang menarik sabuk agar tubuh berada di tempat ideal, lalu airbag mengembang, kemudian load limiter menjaga agar sabuk tak memberi tekanan berlebihan.

Lebih lanjut, studi dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat, menunjukkan gabungan pretensioner dan load limiter mengurangi risiko kematian sekitar 12,8 persen dibanding tali pengaman biasa dalam mobil penumpang, SUV, atau minivan.

Ilustrasi menggunakan sabuk pengaman di mobil. Foto: Dok. Get Driver Sed

Dalam studi yang dipublikasikan di Accident Analysis & Prevention, menyatakan bahwa sabuk keselamatan dengan pretensioner dan load limiter terbukti signifikan menurunkan risiko cedera fatal dan cedera parah (kategori MAIS 2+ dan MAIS 3+) pada kecelakaan.

Selain di mobil penumpang, pretensioner dan load limiter kini mulai diaplikasikan pada kendaraan komersial ringan hingga truk modern. Kehadiran teknologi tersebut menjadi standar keselamatan global yang dituntut oleh regulasi di berbagai negara.

Bagi konsumen yang ingin meminang mobil, sangat penting memastikan kedua fitur tersebut disematkan di dalamnya, terutama bagian jok depan. Fitur-fitur itu sering dianggap kurang penting, padahal bisa menyelamatkan nyawa bila terjadi kecelakaan.