kumparan
25 November 2019 18:30

Menaklukkan Sirkuit Sentul dengan Toyota GR Supra

Toyota GR Supra
Toyota GR Supra di Sirkuit Sentul Foto: dok. TAM
Setelah meluncur di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu. PT Toyota-Astra Motor (TAM) memberikan kesempatan kepada sejumlah jurnalis untuk merasakan langsung sensasi mengendarai sebuah sedan sport legendaris, GR Supra, di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Pada pengujian kali ini, TAM menghadirkan Supra berkelir merah seperti yang dipajang pada GIIAS 2019 lalu. Untuk pengujiannya, saya tentu tidak sendirian, melainkan didampingi oleh salah satu pembalap Toyota Team Indonesia, yaitu Demas Agil.
Beruntungnya saya mendapatkan sesi pengujian di pagi hari. Suhu udara yang masih belum begitu panas, serta kondisi mobil yang belum digeber seharian, membuat saya dapat merasakan sedan sport legendaris tersebut dalam kondisi yang ideal.
Beberapa fitur keselamatan dari mobil ini tetap direkomendasikan untuk diaktifkan, seperti LSD dan Traction control. Tujuannya tentu saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Toyota GR Supra
Toyota GR Supra di Sirkuit Sentul Foto: dok. TAM
Mendapatkan kesempatan mengitari Sirkuit Sentul sebanyak 2 putaran, pada putaran pertama saya manfaatkan untuk merasakan tenaga dan handling Supra dalam modus berkendara normal. Di modus berkendara normal ini, putaran mesin, dan handling-nya tentu biasa saja.
ADVERTISEMENT
Bahkan, karakter suara mesin 6-silinder khas BMW sangat terasa di modus normal ini. Maklum saja, GR Supra memang dibangun dengan menggunakan sasis, mesin, dan transmisi yang sama seperti BMW Z4.
“Jadi 3 hal dasar itu di-develop bersama-sama, karena pada dasarnya kedua team (Toyota dan BMW) harus bisa menemukan rasio yang paling tepat untuk sebuah platform baru yang bisa memenuhi kebutuhan akan Coupe di Toyota dan Roadster di BMW,” jelas Dimas Aska, Head of Media Relation PT Toyota-Astra Motor.
Toyota GR Supra A90
Toyota GR Supra A90 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Setelah merasa cukup menikmati GR Supra dalam modus berkendara normal, putaran kedua pun saya manfaatkan untuk menguji modus berkendara Sport.
Begitu modus berkendara Sport diaktifkan, terasa sekali perbedaan yang signifikan dibandingkan modus berkendara normalnya. Raungan mesin menjadi lebih gahar, begitupun dengan akselerasinya.
ADVERTISEMENT
Perpindahan giginya yang sangat rapat, membuat mobil ini dapat dengan mudah mencapai kecepatan maksimum hingga 205 km/jam di lintasan lurus Sirkuit Sentul. Memasuki tikungan R1 dan R2 yang merupakan tikungan High Speed, handling mobil juga terbilang masih cukup baik.
Toyota GR Supra
Toyota GR Supra di Sirkuit Sentul Foto: dok. TAM
Meskipun masih ada sedikit karakter ‘liar’ dari sebuah mobil berpenggerak roda belakang yang bertenaga besar, namun hal itu masih mudah untuk dikendalikan. Sementara saat memasuki tikungan S kecil yang berkarakter tikungan Low Speed, transmisi otomatik 8 percepatannya mampu bekerja dengan sempurna.
Sistem transmisi tersebut dapat dengan cepat menurunkan gigi hingga gigi 2. Tidak cukup sampai disitu, saat keluar dari tikungan, mesin mobil pun terbilang responsif untuk kembali berakselerasi dari putaran bawah ke putaran tinggi.
ADVERTISEMENT
Secara keseluruhan, mobil ini memang pantas untuk dijuluki sedan sport legendaris. Karakternya yang begitu sporty, gahar dan bertenaga, membuatnya sangat cocok untuk digunakan di dalam sirkuit, terutama untuk penggunaan modus sport-nya.
Toyota GR Supra A90
Toyota GR Supra A90 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Meski begitu, dibalik keunggulan modus sport-nya tersebut, Supra tetap memiliki catatan minor. Saat menggunakan modus berkendara normal, karakter mobil ini memang sangatlah mirip dengan sebuah BMW, sehingga tidak heran bila sebagian penggemarnya kurang menyukai hal tersebut.
Oleh karena itu, pekerjaan rumah besar memang sudah menanti pihak Toyota. Mereka tentunya harus bisa mengembalikan nama besar Supra di generasi kelimanya ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan