Mencoba Klaim Motor Paling Enak Maka Cavalry, Seenak Apa?
·waktu baca 5 menit

Maka Motors punya produk debutan motor listrik yang diklaim sebagai motor paling enak. Inilah yang mendorong saya untuk mencari tahu apa yang membuatnya enak: apakah saat dikendarai, pengalaman memilikinya, atau karena fitur-fitur yang ditawarkan?
Oke preambule dulu, motor listriknya bernama Maka Cavalry, memulai debutnya pada medio Januari 2025 lalu. Tak seperti pabrikan lain, perusahaan langsung menunjuk vokalis band Sheila On 7, Duta, sebagai brand ambassador dengan sebutan Duta-nya Maka.
Secara bentuk dia menyerupai skutik maxi, punya panjang dimensi 1.922 mm, lebar 731 mm, dan tinggi 1.173 mm. Persis, sebelas dua belas ukurannya dengan Yamaha NMax terbaru, kira-kira begitu gambarannya.
Oh iya untuk spesifikasi teknisnya motor ini mengandalkan motor penggerak tipe hub drive yang langsung tertanam di velg belakang. Komponen ini mendapat pasokan daya dari baterai LFP berkapasitas 4 kWh yang menjanjikan torsi badak 251 Nm.
Bagi yang kurang familiar, figur torsi tersebut terbilang besar. Sebagai perbandingan, mobil Suzuki Ertiga saja dengan kubikasi 1.496 cc 4-silinder torsinya hanya 138 Nm. Kemudian motor gede petualang BMW R1300 GS di atas kertas torsinya hanya 150 Nm.
Inilah rahasia Maka Cavalry bisa melesat dari diam ke kecepatan 60 km/jam hanya dalam hitungan 4,8 detik. Karena secara prinsip kerja, torsi motor listrik menghasilkan tenaga instan lantaran tanpa perlu proses pembakaran, atau konversi mekanis seperti sistem penggerak di mesin pembakaran internal.
Kecepatan maksimal yang bisa diraih mencapai 105 km/jam. Adapun daya tempuhnya dalam sekali pengisian penuh bisa menjelajah hingga 160 kilometer, tapi dengan satu syarat dan ini yang akan saya bahas nanti.
Segitiga ergonomi motor listrik yang pas
Mungkin ini 'enaknya' yang pertama. Posisi berkendara Maka Cavalry terbilang ideal untuk postur 172 cm. Segitiga ergonominya pas untuk kenyamanan, kontrol, dan mengurangi risiko pegal kala berkendara jarak jauh atau durasi lama.
Hemat saya serasa duduk di Honda PCX atau Yamaha NMax. Cuma bedanya setang terasa lebih sedikit mendekat ke pengendara tapi tetap membuat badan tegak. Kemudian posisi paha tidak mendatar atau menekuk, melainkan bisa lebih santai. Dan satu hal lagi, joknya empuk!
Akselerasi instan, penggemar sat-set pasti suka
Bicara posisi duduk sudah, saatnya mulai mencoba motor ini baik saat mode Hi Torque dan Hi Regen. Jujur, di luar ekspektasi. Untuk mode berkendara yang pertama disebut dulu, betotan selongsong akseleratornya langsung membuat siapa pun pengendaranya melesat kencang. Mungkin ini aspek 'enak' yang kedua.
Dibilang mengagetkan dan menyentak? Jelas. Maka dari itu untuk memutarnya harus pelan-pelan, hindari terlalu ekstrem karena bila tidak siap pasti kaget dan badan bisa terdorong ke belakang karena inersia. Sensasinya sama saat membetot gas moge 500 cc ke atas.
Akselerasi instan ini tentu cocok bagi pengendara yang suka sat-set di jalan. Bagi saya, mode ini sangat membantu saat hendak menyalip kendaraan maupun di tanjakan. Ya sesekali boleh lah berkendara kencang saat lalu lintas lengang.
Hanya saja ada yang dikorbankan bila mode ini selalu aktif. Daya tempuhnya akan terkuras. Bila saat penuh 130 kilometer, maka ketika sudah menempuh jarak 30 kilometer sisa baterainya menjadi 55 persen dengan daya tempuh 37 kilometer.
Jangan kaget dengan anomali angka tersebut yang di luar klaim pabrikan. Ibarat catatan konsumsi bahan bakar kendaraan konvensional, sudah barang tentu disesuaikan dari gaya berkendara, bobot, hingga tekanan angin ban.
Diajak irit energi juga bisa, asalkan...
Sebenarnya dari klaim daya tempuh jauh itu juga menantang saya untuk memberanikan diri membawa motor listrik Maka Cavalry healing tipis-tipis dari BSD ke Desa Cisadon sejauh 75 kilometer. Berangkat selalu menggunakan mode Hi-Torque, lalu pulang setelah isi daya di rumah makan menggunakan mode Hi-Regen.
Selain penasaran ingin mencoba mode ini, juga karena daya tempuhnya yang ngepas untuk sampai di rumah. Maka agar bisa kembali ke rumah tanpa isi daya, mode ini yang selalu aktif.
Keluaran dayanya tidak seinstan Hi-Torque. Buktinya masih bisa diajak selap-selip, meskipun harus dibatasi kecepatannya tidak lebih 80 km/jam tergantung permukaan jalan.
Sesuai namanya ketika akselerator dilepas atau dikurangi sedikit, ada efek engine brake yang lebih terasa untuk bisa memanen energi dari regenerative braking. Tak heran akan berasa tersentak-sentak.
Untuk meminimalisasi itu, genggaman tangan kanan harus kuat menahan akselerator tidak kendur. Efeknya ketika perjalanan jauh dan menyita waktu katakanlah dua jam non stop, akan terasa pegal. Tapi benefitnya daya baterai tidak cepat terkuras. Bila mode ini yang selalu aktif, klaim kemampuan menjelajah 160 kilometer bisa didapat.
Bagasi super lega, kabel colokan dan charger masih muat
Aspek akomodasi juga membuat keenakan motor ini bertambah. Ruang bagasinya terbilang lega yakni 20 liter, muat satu helm cukup. Tapi bisa ditambah barang lain seperti charger dan kabel extension sebagai antisipasi sumber colokan jauh.
Ini karena rancang bangun Maka Cavalry menggunakan baterai tanam yang diletakkan di dek tengah. Posisi tersebut memungkinkan ruang atasnya kosong dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan selain di bawah jok.
Pengendara juga bisa manfaatkan slot penyimpanan di laci kiri yang sudah dilengkapi penutup. Sudah ditambahkan port pengisian Type C dan Type A, fitur yang sulit ditemukan di motor kekinian.
Fleksibel isi daya baterai
Mungkin ini aspek enak yang terakhir. Pandangan saya, fleksibilitas isi daya baterai Maka Cavalry menambah nilai jual motor listrik ini. Secara default bisa menggunakan colokan rumah biasa.
Setiap pembelian sudah sepaket dengan perangkat charger normal charging 500 Watt. Dengan demikian isi daya dari habis ke penuh memakan waktu sekitar 8 jam. Bisa lebih singkat dengan membeli perangkat Maka Charger+ yang dayanya dua kali lebih besar untuk pengisian lebih cepat.
Terakhir bisa memanfaatkan fasilitas Maka Fast Charging yang tersebar di beberapa diler Maka. Dayanya 5.500 Watt yang memungkinkan isi daya selama 12 menit menambah daya tempuh 20 kilometer.
Khusus yang terakhir itu lebih sering dimanfaatkan pengendara ojek online, karena waktu produktif mereka bergantung pada kemampuan baterai motor listrik Maka Cavalry yang mereka miliki.
Terlebih sejak Maka merilis program kepemilikan dengan biaya sewa Rp 70 ribu per hari dengan benefit gratis isi daya fast charging di showroom Maka, servis gratis tiga tahun, hingga layanan darurat 24 jam, membuat showroom selalu ramai seiring upaya popularisasi model motor listrik buatan Cikarang ini.
