Mencoba Motor Listrik Alva N3 Bogor-Jakarta, Baterai Cukup?
ยทwaktu baca 3 menit

Sepeda motor masih menjadi salah satu transportasi andalan untuk aktivitas bekerja, termasuk wilayah Jabodetabek. Nah, memasuki era elektrifikasi, saya penasaran ingin mencoba berangkat kantor di Jakarta dari rumah di Bogor pakai sepeda motor listrik.
Motor listrik yang saya gunakan kali ini adalah Alva N3. Model skutik teranyar dari Alva yang ditujukan untuk mobilitas urban. Desainnya modern, dipadu dengan dimensi kompak membuat ia terasa cocok untuk skenario ini.
Perjalanan diawali pagi hari. Enaknya pakai motor listrik, tidak ada kegiatan manasin motor sebelum berangkat. Saya bisa langsung bertolak, dengan posisi baterai terisi 99 persen dan daya tempuh 139 kilometer (dua baterai).
Oh iya, sebagai catatan, kantor kumparan berlokasi di Jl. Jati Murni No. 1A 8, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kurang lebih berjarak 40 kilometer dari rumah, melintasi Cibinong hingga Depok.
Setiba di depan Kantor Bupati Bogor, Cibinong, level baterai turun menjadi 90 persen dengan sisa jarak tempuh 127 kilometer. Lanjut ke arah Depok via Jalan Raya Bogor.
Tiga mode berkendara
Nah, di sini performa berlari motor listrik Alva N3 diuji. Secara spesifikasi, Alva N3 dibekali motor penggerak berkekuatan 6,4 dk dengan kecepatan maksimum 80 km/h. Angka itu bisa dicapai menggunakan mode Sport, meski memerlukan jarak dan waktu cukup panjang.
Bicara mode berkendara, Alva N3 tersedia mode Eco, Urban, dan Sport. Ketiganya punya karakter masing-masin yang terasa signifikan dari respons akselerasi.
Pilihan Eco menciptakan figur kehematan konsumsi energi maksimal, namun akselerasi menjadi tidak responsif. Kenaikan kecepatan lambat, serta sulit mencapai kecepatan sekitar 40 km/h. Akan tetapi, hal tersebut bisa dibantu dengan mode Urban atau Sport.
Saya menemukan cara untuk menggapai efisiensi maksimum selagi tetap memberikan performa akselerasi optimal. Ketika hendak melaju dari 0 atau kecepatan sangat rendah, bisa mengaktifkan mode Urban atau Sport untuk lonjakan tenaga maksimal.
Kemudian, ketika telah sampai kecepatan 50 km/h, bisa dikembalikan ke mode Eco dan konstan melaju di 60 km/h.
Ringkas membelah kemacetan
Setelah puas mengeksplorasi mode berkendara, tak terasa tiba di Margonda, Depok. Di titik ini, baterai tersisa 72 persen dengan jarak tempuh 102 kilometer. Masih sisa banyak sebelum tiba di kantor kumparan.
Sisa perjalanan melibatkan saya dengan beberapa titik kemacetan, seperti penyeberangan di depan Universitas Pancasila, persimpangan Stasiun Lenteng Agung, hingga jalur bottleneck Tanjung Barat. Tentu, itu bukan masalah bagi Alva N3, mengingat dimensinya yang kompak kendati terlihat dari foto besar.
Akhirnya, rute perjalanan selesai. Menyisakan baterai 62 persen disertai daya tempuh 88 kilometer. Berdasarkan odometer, perjalanan ini memakan 42 kilometer. Secara teori, sisa energi di baterai masih cukup untuk kembali pulang nanti.
Akan tetapi, Alva memberikan mobile charging untuk konsumennya. Sehingga bisa melakukan pengecasan dimana pun, termasuk di kantor.
Harga dan tipe
Motor listrik Alva N3 ditawarkan dalam opsi warna hitam, putih, dan beige. Seluruhnya tersedia untuk paket pembelian satu baterai seharga Rp 28,5 juta dan dengan dua baterai dilego Rp 35,5 juta on the road (OTR) Jakarta.
Konsumen juga bisa memilih opsi pembelian unit Alva N3 disertai skema sewa baterai. Melalui cara ini, pengguna cukup membayarkan Rp 20,5 juta untuk satu unit N3, kemudian menyetor Rp 250 ribu per bulan sebagai biaya sewa dua baterai.
