Mengapa Ketika Bus Parkir Jarang Matikan Mesin?

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus physical distancing PO Handoyo. Foto: dok. HMSI
zoom-in-whitePerbesar
Bus physical distancing PO Handoyo. Foto: dok. HMSI

Saat berpergian keluar kota atau berpariwisata menumpang bus, ada momen tertentu bus mampir rumah makan. Ketika itu, bus diparkirkan dalam kondisi mesin tetap hidup.

Beda dari mobil penumpang biasa yang parkir, mesinnya langsung dimatikan. Cara tersebut dilakukan supaya menurunkan temperatur mesin tidak selalu panas. Meskipun tak jarang ada juga pengemudi bus yang memilih mematikan mesin saat parkir.

kumparan post embed

Alasan di balik itu sebenarnya serupa ulasan kumparan sebelumnya, yang membahas mengapa mesin bus tidak dimatikan saat isi solar.

Ada 2 hal yang mendasarinya. Pertama menyangkut kenyamanan penumpang dan lainnya lebih ke teknis mesin Diesel bus.

"Sebenarnya tergantung kebutuhan bisa dimatikan atau tidak, kalau bus pariwisata mesinnya dimatikan nanti penumpangnya protes supaya dari sisi kenyamanan supaya AC tetap hidup," papar Technical Training & Support Center Dept. Head PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Suyadi kepada kumparan, Selasa (6/10).

Exterior bus Sinar Jaya bertipe Suites Class Foto: Dok. Sinar Jaya

Kemudian bicara teknis, mesin Diesel bus butuh standar operasional khusus. Terlebih ketika hendak mematikan dan menghidupkan mesin.

Haram hukumnya manakala pengemudi menstarter mesin kemudian menjalankan bus, atau sesudah parkir langsung mematikan mesin. Dampaknya bisa buruk terhadap durabilitas mesin. "Komponen mesin bisa macet, turbo juga kena (rusak)," imbuhnya.

Sejumlah bus terparkir di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Hidup atau matikan mesin bus tak boleh sembarangan

Sebab kerja mesin Diesel yang optimal membutuhkan kompresi dan suhu yang tinggi. Umpama suplai udara dan panas kurang mengakibatkan kerja turbo tidak maksimal seperti akselerasi melambat.

"Makanya kalau mesin bus dihidupkan itu butuh proses warming up sekitar 5-10 menit, supaya panas, kan kapasitasnya 9.000 cc jadi butuh pemanasan lebih lama baru bisa jalan," tambah Suyadi.

kumparan post embed

"Begitu pun mau matiin, jangan langsung dimatikan tunggu dulu 3-5 menit supaya mesin idle, sampai suhu mesin tidak terlalu panas, baru matikan," lengkapnya.

Karena proses mematikan dan menghidupkan mesin yang butuh waktu relatif lama itu lah, membuat pengemudi memilih untuk tetap menyalakan mesin bus saat parkir.

collection embed figure

***

Saksikan video menarik di bawah ini.

embed from external kumparan