Menko Airlangga di Ekspor 3 Juta Unit Toyota: Bukti Daya Saing di Kancah Global
·waktu baca 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada Toyota Indonesia yang berhasil mencatat sejarah baru melalui ekspor ke-3 juta unit mobil Toyota yang diproduksi di pabrik Karawang, Jawa Barat.
“Kami memberikan apresiasi kepada Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) atas pencapaian monumental ekspor 3 juta unit kendaraan. Dari ekspor pertama ke Brunei pada 1987, kini telah menjangkau 100 negara,” ujar Airlangga di Toyota Karawang Plant 1, Jawa Barat, Kamis (9/10).
Ini bukti nyata daya saing Indonesia di kancah global.
Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas akses pasar ekspor otomotif, salah satunya melalui keikutsertaan Indonesia dalam berbagai perjanjian perdagangan internasional.
Ia menyebut langkah tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas ekspor ke kawasan Amerika Latin, termasuk Meksiko yang saat ini masih memberlakukan kuota dagang terhadap produk otomotif.
“Kami berharap kepada Koji Sato (CEO Toyota Motor Corporation), ekspor Indonesia ke Meksiko mudah-mudahan dalam dua tahun mendatang dapat diperluas dan diperbanyak,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga memaparkan kinerja industri otomotif nasional, di mana Toyota dan Daihatsu masih mendominasi pasar dan menjadi tulang punggung utama industri otomotif Indonesia.
Saat ini, produksi Toyota Indonesia mencapai sekitar 300 ribu unit per tahun dengan pangsa pasar 32 persen. “Ditambah Daihatsu yang 100 persen dimiliki Toyota, market share-nya 17 persen, jadi kalau digabung keduanya mencapai 49 persen,” ujarnya.
Apresiasi juga ia sampaikan kepada seluruh ekosistem rantai pasok industri otomotif, termasuk industri kecil dan menengah (IKM) yang berperan dalam penyediaan komponen seperti plastik hingga kaca.
“Industri komponen ini melibatkan 540 supplier tier 2 dan 240 supplier tier 1, dengan total tenaga kerja sekitar 360 ribu orang. Pajak yang disetorkan setiap tahun mencapai Rp23 triliun, belum termasuk PPnBM—jadi kontribusinya cukup signifikan,” terangnya.
Dalam sambutannya, Airlangga turut menyoroti dinamika industri otomotif global yang masih didominasi kendaraan bermesin konvensional (ICE) dengan porsi sekitar 80 persen dari total 92,5 juta unit produksi dunia.
Dengan total produksi nasional sekitar 1,2 juta unit per tahun, termasuk ekspor, industri otomotif berkontribusi sekitar 6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan proyeksi Gaikindo, pasar domestik ditargetkan dapat mencapai 900 ribu unit.
“Ke depan, otomotif akan semakin banyak menggunakan AI (Artificial Intelligence). Sesuai arahan Bapak Presiden, agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi, ekosistem semikonduktor juga akan terus dikembangkan. Beberapa sudah ada di Indonesia, salah satunya Infineon,” pungkasnya.
