Menuju Target 1.000 Lulusan Toyota Indonesia Academy

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Indonesia Academy (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Indonesia Academy (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)

Pendidikan vokasi jadi formulasi jitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan produkivitas dan efisiensi di proses produksi. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjawab hal tersebut dengan membuat Toyota Indonesia Academy (TIA).

Hari ini, 30 Agustus 2017, PT TMMIN merayakan kelulusan angkatan kedua Diploma 1 dengan jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi sebanyak 32 siswa. Secara total, TIA sudah meluluskan 64 siswa dari tahun lalu.

“Pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan berbagai pengembangan dan investasi di bidang industri, tentunya kondisi ini menuntut keberadaan tenaga terampil yang siap terjun ke dunia kerja,” kata Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, di Auditorium Hall TIA Karawang 3, Jawa Barat, Rabu (30/8).

Meningkatkan kualitas SDM untuk mendukung industri roda empat yang dijalankan Toyota Indonesia ditempuh dengan konsep pendidikan yang menitikberatkan pada praktik. TIA sendiri menerapkan sistem belajar dengan porsi 30 persen teori dan 70 persen praktik.

“Praktiknya di sini adalah para peserta didik diminta menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi dalam proses produksi,” kata Direktur TIA, Amirul Chusni.

Lulusan TIA, lanjut Amirul, memiliki kemampuan dan kedisiplinan yang mumpuni untuk menunjang kebutuhan industri. Buktinya, lulusan angkatan pertama langsung diserap oleh Toyota. “11 Siswa diserap pabrik Toyota Sunter dan 22 di Karawang,” katanya.

Toyota Indonesia Academy (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Indonesia Academy (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)

Sementara itu, Direktur Administrasi PT TMMIN Bob Azzam mengatakan akan menambah program prodi pendidikan di TIA. Program Diploma 2 (D2) Teknik Produksi Kendaraan Roda 4 dengan masa pendidikan selama dua tahun.

“Dalam dua atau tiga tahun ke depan, seluruh prodi sudah D2 semua. Sementara program D1 akan dijadikan kurikulim ke SMK-SMK,” kata Bob.

Toyota sendiri menargetkan bisa mencetak 1.000 lulusan hingga 10 tahun ke depan. Di samping itu, mereka juga akan menambah dua  prodi tambahan dengan mengalokasikan masing-masing lima instruktur.

Sementara itu, siswa-siswi yang mendapat kesempatan untuk bergabung di TIA harus melewati sejumlah tahap seleksi akademis dan wawancara. Bila dua angkatan sebelumnya disaring dari 16 kota di 9 provinsi, angakatan berikutnya akan ditempati oleh 64 siswa dari 12 provinsi.

“Kami menganggarkan tiap siswa sebesar Rp 120 juta per tahun,” Amirul. Adapun siswa lulusan TIA akan disalurkan untuk mendukung produksi pabrik Toyota dan para mitra pemasok.