Mesin Hyundai Stargazer Pakai Dua Injektor, Apakah Benefitnya?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hyundai Stargazer di GIIAS 2022, Kamis (11/8). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hyundai Stargazer di GIIAS 2022, Kamis (11/8). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Hyundai Stargazer mengusung mesin dan transmisi yang sama dengan Hyundai Creta. Pada mesin Smartstream G1.5 itu, pabrikan mengaplikasikan dua injektor. Lantas apa fungsi dan benefitnya?

Product Expert Hyundai Bonar Pakpahan menjelaskan, setiap intake port mesin Stargazer atau saluran masuknya udara, tidak lagi menggunakan satu injektor untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar. “Kalau mobil biasa cenderung menggunakan satu, kalau ini dua,” ungkapnya.

Teknologi ini diaplikasikan agar campuran udara dengan bahan bakar stabil. Sehingga, proses pembakaran yang terjadi lebih sempurna.

“Dia memperbaiki rasio dari exhaust gas recirculation. Jadi, supaya emisinya bisa ditekan, gas buang itu biasanya sebagian akan dimasukkan kembali ke dalam ruang bakar untuk dicampur dengan bahan bakar dan dibakar kembali,” jelasnya.

Mesin mobil Hyundai Creta tipe Prime. Foto: Sena Pratama/ kumparan

Bonar juga menjelaskan, output dari injektor ini akan dihitung secara cermat oleh Engine Control Unit (ECU). Nantinya, komponen ini akan membagi dua aliran bahan bakar yang diperlukan oleh mesin.

Jika posisi idle, mesin akan menggunakan satu injektor saja dengan output bahan bakar hanya setengah dari kebutuhan. Sedangkan, dual injektor akan bekerja jika posisi mobil sudah bergerak untuk memaksimalkan kinerjanya.

Sementara itu, apakah penggunaan teknologi ini dapat berdampak pada konsumsi BBM yang lebih irit, Bonar menyatakan hal itu sangat bergantung dengan cara berkendara.

video youtube embed