Kumparan Logo
OTOHITZ OTO INFO
OTOHITZ OTO INFO

Mitos atau Fakta: Ban 'Eco' Lebih Cepat Aus?

kumparanOTOverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alur ban Dunlop SP Sport LM705 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Alur ban Dunlop SP Sport LM705 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Penggunaan ban ramah lingkungan atau dikenal dengan istilah eco jamak ditemukan pada mobil-mobil terbaru. Keunggulan ban ini adalah dari sisi harga yang lebih terjangkau.

Di Indonesia sendiri, ada banyak pilihan ban eco: Goodyear Assurance Fuel Max, Bridgestone Ecopia, GT Radial Champiro Eco, atau Dunlop Enasave.

Ban Goodyear Assurance TripleMax 2 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Ban eco biasanya dipasang pada mobil perkotaan hingga Low MPV. Namun, ada yang beranggapan ban ramah lingkungan dianggap tak punya umur pakai panjang, alias cepat aus.

Lalu benarkah hal demikian? Mari kita bahas satu per satu.

Penjelasan lebih hemat bahan bakar

Biar lebih mudah memahaminya, penyematan kata eco sebenarnya merujuk pada kemampuan ban untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Ilustrasi spooring balancing ban mobil Foto: Dok. Istimewa

On Vehicle Testing (OVT) Gajah Tunggal, Zulpata Zainal, ban eco memiliki hambatan gulir atau Rolling Resistance Coefficient (RRC) yang rendah.

RRC merupakan tenaga yang menghambat laju sebuah objek (ban). Ketika ban berputar terjadi gesekan antara permukaan jalan dan ban yang menyebabkan hambatan gulir.

Ban Bridgestone Ecopia Foto: dok. Bridgestone

Maka ketika hambatan gulirnya kecil, berbanding lurus dengan jumlah bahan bakar yang diperlukan mesin.

"Sehingga konsumsi bahan bakar lebih sedikit dibanding ban bukan eco untuk pemakaian kondisi yang sama tentunya," katanya kepada kumparan belum lama ini.

Head of Communication PT Goodyear Indonesia, Wicaksono Soebroto, menuturkan soal keiritan bahan bakar beragam, namun rata-rata di angka empat persen.

"Artinya dengan pemakaian total sepanjang dua tahun, pengemudi dapat menghemat sekitar 320 liter," jelasnya ketika dihubungi terpisah.

*Perhitungan itu didasarkan patokan jarak tempuh per tahun di angka 80 ribu kilometer x 10 l/100 km x 4 persen.

Kemudian kaitannya dengan tingkat keausan ban?

Ban eco layaknya ban pada umumnya, memiliki kandungan karet, kompon, hingga silika. Namun khusus ban jenis ini komposisi silikanya lebih banyak. Silika digunakan untuk mengikat senyawa karet.

Tapak ban baru Dunlop SP Sport LM705 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Fungsinya juga untuk menurunkan RRC tadi namun menjanjikan daya cengkeram yang baik, sehingga pada permukaan jalan yang basah, panas, atau dingin sekalipun gripnya tetap kuat tanpa mengurangi senyawa karbon yang menyebabkan keausan.

"Umumnya bahkan bisa di atas 100 ribu km, karena ada silika sehingga bisa dimungkinkan juga dengan teknologi kompon yang baru," ujar Manager Training PT Sumi Rubber Indonesia (Dunlop), Bambang Hermanuhadi.

Ban baru Dunlop SP Sport LM705 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Ramah lingkungan

Tak cuma itu, label eco juga merepresentasikan pembuatan ban yang lebih ramah lingkungan. Bambang menjelaskan pembuatan ban eco harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Tidak menimbulkan pencemaran

  • Tidak mengandung bahan fosil

  • Jika di-recycle tidak menimbulkan polusi yang besar

  • Tidak terbuat dari karet sintetis

  • Ketika bergesekan dengan jalan tidak menimbulkan polusi

"Bila dibandingkan (ban biasa) pemakaian bahan bakar yang sama akan menghasilkan daya tempuh yang lebih panjang, otomatis bahan bakar dan polusinya sedikit," pungkas Bambang.

OTOHITZ OTO INFO Foto: Aditya Pratama/kumparan