Otomotif
·
20 September 2020 10:01

Mitos Fakta Mobil Baru Tak Boleh Langsung Digeber?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mitos Fakta Mobil Baru Tak Boleh Langsung Digeber? (106530)
Ilustrasi mengemudikan mobil. Foto: Bangkit Jaya Putra
Euforia memiliki mobil baru kadang dialami beberapa orang. Saking senangnya, mereka kebablasan menggeber gaspol mobil, dengan menekan pedal gas dalam-dalam.
ADVERTISEMENT
Nah ada yang menyebut, hal tersebut tidak boleh dilakukan, benarkah seperti itu atau hanya mitos saja?
Instructor Technical Training Center PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Ichsan Ady Permana membenarkan hal tersebut. Pasalnya, mobil baru itu memiliki masa-masa yang disebut break-in period atau inreyen.
“Itu adalah masa uji kendaraan. Biasanya masa itu berlangsung selama 1.000 km pertama setelah pembelian mobil baru,” ucapnya kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Dirinya menyarankan, pemilik mobil baru sebaiknya menghindari injak gas penuh, pada saat mulai berjalan atau selama pengendaraan.
Mitos Fakta Mobil Baru Tak Boleh Langsung Digeber? (106531)
Posisi mengemudi new Suzuki Carry Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Ini mencegah komponen mesin mobil menjadi cepat rusak karena masih dalam penyesuaian.
“Jadi jangan juga mengemudi pada kecepatan tinggi secara terus menerus,” kata Ichsan.

Akselerasi halus mobil

Ichsan menambahkan, pengemudi mobil baru juga sebaiknya tak melakukan akselerasi, dan berhenti secara mendadak selama periode inreyen.
ADVERTISEMENT
“Kemudian sepanjang 300 km pertama, pengemudi seharusnya hindari mengerem atau berhenti mendadak,” ucapnya.

Perhatikan posisi transmisi manual mobil

Selanjutnya, dilarang untuk mengemudikan mobil terus menerus pada gigi kecepatan rendah, atau memacunya pada kecepatan konstan dengan periode yang lama.
Mitos Fakta Mobil Baru Tak Boleh Langsung Digeber? (106532)
Transmisi manual Suzuki XL7 tipe Zeta. Foto: dok. SIS
Begitu juga sebaliknya, tidak berjalan lambat dengan posisi gigi pada kecepatan yang tinggi.
Semua ini direkomendasikan untuk mencegah mesin dan komponen kendaraan lainnya cepat rusak, karena komponen seperti ring piston, dinding silinder, bearing, batang piston, transmisi, dan sistem rem masih dalam masa penyesuaian.
“Ditambah lagi oli mesin di masa uji juga mengandung metal sisa proses machining atau penyesuaian celah komponen. Karenanya pastikan mengikuti rekomendasi tersebut untuk memperpanjang usia mobil,” tuturnya.