Mitsubishi Fuso Gelar Program Perbaikan Komponen untuk Truk Canter Euro 4

Pengumuman untuk para pemilik dan pengguna seri truk Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 untuk segera melakukan pemeriksaan kendaraannya, lantaran pabrikan mengidentifikasi masalah pada komponennya.
Dilansir dari keterangan resmi, distributor resmi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menerangkan komponen yang terdampak merupakan bagian dari sistem pengereman. Lebih tepatnya pada sakelar lampu rem.
Pabrikan menegaskan, masalah komponen tersebut sama sekali tidak mengganggu sistem pengereman kendaraan secara menyeluruh. Namun, jika dibiarkan akan berpotensi menyebabkan gangguan pada lampu rem yang tidak menyala, sehingga menurunkan aspek keselamatan bagi pengendara lain.
Temuan lainnya, komponen Relay Sub Harness and Brake Light Switch ini dapat mengalami peningkatan suhu akibat adanya arus dan tegangan listrik berlebih yang akan berpengaruh pada kinerja lampu rem. Fuso menyiapkan suku cadang yang telah ditingkatkan dari segi spesifikasi.
Adapun, model-model Fuso Canter Euro 4 yang terdampak adalah unit dengan tahun produksi 1 April 2022 hingga 30 Mei 2026, sebanyak 111.195 unit. Estimasi waktu pengerjaan adalah satu jam dan tanpa dipungut biaya apa pun.
PT KTB telah menyiapkan 204 jaringan diler resmi, 19 bengkel 24 jam, 5 Service Point, dan 3 Fuso Service Center untuk melayani para pemilik. Sales & Marketing Director PT KTB, Aji Jaya mengatakan aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas perusahan.
"Langkah proaktif ini kami lakukan tentunya setelah melalui proses evaluasi berkala dengan kualitas yang terukur dan juga mendapatkan masukan dari para konsumen kita," ujar Aji saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Kamis (24/9/2026).
Aji menambahkan, pihak diler nantinya aktif menghubungi dan menginformasikan program tersebut kepada seluruh konsumen untuk dibuatkan janji atau appointment, dan dijadwalkan mengenai pengecekan kendaraan milik konsumen.
"Aktivitas program ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemilik produk untuk tetap menjaga kualitasnya bisa terjaga dan operasional konsumen tetap dapat berjalan dengan baik," tandasnya.
