Mitsubishi Ralliart Sabet Juara AXCR 2022, Rifat Masuk 5 Besar

29 November 2022 9:33
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim Mitsubishi Ralliart berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 di Thailand. Foto: Mitsubishi Motors
zoom-in-whitePerbesar
Tim Mitsubishi Ralliart berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 di Thailand. Foto: Mitsubishi Motors
Debut tim Mitsubishi Ralliart di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 Thailand berbuah manis, tim yang digawangi dua mobil itu berhasil mengamankan posisi lima besar. Chayapon Yotha berada pada posisi pertama dan Rifat Sungkar pada posisi kelima.
Hasil yang terbilang baik, mengingat brand tersebut sudah cukup lama vakum di dunia motorsport. Kepala tim Mitsubishi Ralliart, Hiroshi Masuoka juga menyebut, AXCR merupakan wadah penting untuk pengembangan mobil berperforma tinggi Mitsubishi ke depannya.
“Ralliart ini memang jadi langkah awal upaya pertama membuat mobil racing, AXCR merupakan ajang mencari dan mengumpulkan data untuk mendapatkan mobil performa dan motorsport. Setelah melakukan banyak penelitian dan data yang dikumpulkan, kami baru akan memikirkan ke depannya buat mobil performa tinggi,” ujar Masuoka saat sela virtual interview update tim Mitsubishi Ralliart (28/11).
Capaian positif tersebut, Masuoka menambahkan, pihaknya berpikir kembali untuk mengikuti perhelatan yang sama pada tahun mendatang. Guna mendapatkan data pendukung yang lebih lengkap lagi.
Tim Mitsubishi Ralliart berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 di Thailand. Foto: Mitsubishi Motors
zoom-in-whitePerbesar
Tim Mitsubishi Ralliart berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022 di Thailand. Foto: Mitsubishi Motors
“Kami akan melakukan banyak peningkatan lagi tahun depan agar tetap jadi pemenang dengan posisi yang lebih baik,” pungkasnya.
Tim Mitsubishi Ralliart mengandalkan Triton sebagai armada tempur selama reli berlangsung, mobil pikap ganda itu disebut tidak mengalami ubahan dan modifikasi yang signifikan alias nyaris mendekati versi produksi yang dijual untuk khalayak umum.
“Sebenarnya kami hanya memanfaatkan kekuatan sesungguhnya dari Triton, hampir 90 persen. Jadi kami tidak membuang banyak uang untuk pengembangan ini, untuk detailnya tidak bisa sampaikan lebih lanjut. Hal penting adalah tahun ini kami fokus meningkatkan kekuatan Triton,” tukas Masuoka.
Disebutkan, Mitsubishi Triton yang digunakan hanya mengalami ubahan pada sektor suspensi dan pengereman. Sementara pada jantung pacunya masih menggunakan mesin diesel bawaan pabrik, hanya ada penyesuaian untuk sistem pendingin mesinnya.
***