Mitsubishi Xforce Hybrid Tembus 1.000 Kilometer Sekali Isi Bensin

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi meluncurkan Mitsubishi Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle) di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi meluncurkan Mitsubishi Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle) di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Nilai efisiensi penggunaan bahan bakar sudah barang tentu menjadi poin yang harus ditonjolkan dari mobil hybrid baru seperti Mitsubishi Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle).

Saat peluncuran resminya, PT Mitsubishi Motors Krama Sales Indonesia (MMKSI) menyebut model elektrifikasi anyarnya itu dapat tembus hingga 1.000 kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar penuh. Hasil itu diperoleh dari pengujian yang dilakukan Rifat Sungkar.

Lewat cuplikan video perjalanan yang dibagikannya, etape perjalanan Rifat dimulai dari Jakarta menuju Bali dengan kombinasi ruas tol dan jalan arteri. Ia menjelaskan angka efisiensi Xforce HEV yang bisa didapat.

"Berdasarkan pengalaman menyetir 25 jam kemarin. Secara penjelasan begini, mengenai efisiensi bahan bakar itu semua tergantung dari bagaimana behaviour berkendara," cerita Rifat saat sela peluncuran Mitsubishi Xforce HEV di Jakarta, Kamis (16/7).

Detail perbedaan Mitsubishi Xforce HEV (atas) dan Mitsubishi Xforce Ultimate ICE (bawah). Foto: Sena Pratama/kumparan

Meski tidak dijelaskan secara rinci metode ukur konsumsi energi yang digunakan, Rifat bilang hasil konsumsi bahan bakar Xforce HEV yang dikemudikannya mengacu pada Multi Information Display (MID) kendaraan.

"Kemudian soal MID itu sifatnya tidak merekam seluruh perjalanan karena dia ada loop recording yang selalu berganti-ganti. Selama perjalanan kami, kombinasi jalan tol yang cukup panjang dan masuk Banyuwangi sudah berkelok jalannya selama berjam-jam," jelasnya.

Kita melihat fluktuasi nilai di situ (MID) antara satu liter untuk 25 (kilometer) sampai terkadang lagi efisien banget satu (liter) 30 (kilometer). Itu saat efisien banget.

Mitsubishi Motors Indonesia Brand Ambassador, Rifat Sungkar.

Menurutnya, hal tersebut berkat sistem hibrida generasi terbaru yang disematkan pada Xforce HEV. Disinggung kemiripan teknologi yang terpasang pada Xpander HEV di Thailand, Rifat menjelaskan tetap ada beberapa detail perbedaan.

"Berdasarkan literatur yang kami pelajari, perbedaan Mitsubishi Xpander hybrid yang di sana (Thailand) dengan Xforce di sini adalah bagian transaxle yang sudah 2-speed. Kalau Xpander di sana masih 1-speed," terangnya.

Penjelasan cara kerja sistem hibrida Mitsubishi Xforce HEV. Foto: Sena Pratama/kumparan

Xforce HEV menggunakan mesin bensin 1.600 cc MIVEC siklus Atkinson berkode 4A92, yang menghasilkan tenaga 105,5 dk dan torsi 134 Nm. Dipadukan dengan motor listrik penggerak berkekuatan (85 kW) 114 dk dan torsi 255 Nm.

"Kombinasi motor listrik yang efisien di horse power dan torsi besar saat putaran bawah itu akan mulai jatuh menuju kecepatan tinggi, saat itu juga akan digantikan mesin yang punya horse power dan torsi tinggi di putaran atas. Makanya bisa didapat segitu," ucap Rifat.

GM of Product Strategy Division MMKSI, Adam Rahman menambahkan bahwa pabrikan telah melakukan peningkatan dan penyesuaian ulang teknologi hibrida pada Xforce HEV, meski secara konsep serupa dengan Xpander HEV di Thailand.

"Secara teknis ini teknologi yang sama, hanya saja ini merupakan generasi ke-2 yang memiliki efisiensi bahan bakar dan performa lebih baik dari model sebelumnya. Tentu ini menjadi nilai lebih dari Xforce hybrid," ujar Adam.

Detail perbedaan Mitsubishi Xforce HEV (atas) dan Mitsubishi Xforce Ultimate ICE (bawah). Foto: Sena Pratama/kumparan

Sistem hibrida yang diusung merupakan jenis seri-paralel atau awam menyebutnya strong hybrid. Adam menjelaskan keunggulan jenis ini adalah perpindahan sistem antara sumber tenaga dari mesin bensin dan motor listrik penggerak yang sangat halus.

"Sistem HEV pada new Xforce ini bekerja secara otomatis untuk memilih mode berkendara terbaik yang sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhannya, dengan begitu pengemudi dapat merasakan pengalaman berkendara yang terbaik," paparnya.

Sama seperti Xforce bermesin konvensional, versi HEV ini memiliki driving mode yang banyak. Selain modus berkendara Normal, Wet, Tarmac, Gravel, dan Mud, kini ia ditambahkan fungsi Charge dan EV (Electric Vehicle).

"Jadi seperti telah saya jelaskan, pengemudi tinggal memilih mode mana yang diinginkan pada kondisi tersebut. Walaupun secara teknologinya, teknologi ini akan memberikan pilihan mode yang paling sesuai dengan kondisi jalan tersebut," pungkas Adam.