MMKI Ungkap Alasan Indonesia Jadi Basis Produksi dan Ekspor Mitsubishi

Indonesia sudah lama menjadi rumah bagi banyak manufaktur otomotif dunia, salah satunya adalah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang telah eksis lebih dari setengah abad.
Hal itu membuat Indonesia bertahan sebagai salah satu pusat produksi dan ekspor strategis bagi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), dan juga tak lepas dari kuatnya ekosistem rantai pasok lokal yang ikut terbentuk.
Dukungan komponen lokal yang dominan berhasil mendongkrak daya saing produk rakitan dalam negeri di pasar internasional. Salah satu bukti kuatnya terlihat pada lini produk terpopuler Mitsubishi yang diproduksi oleh PT MMKI.
Presiden Direktur PT MMKI, Takahiro Kato mengatakan bahwa capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada model-model andalannya sudah berada pada kadar yang sangat tinggi.
"Untuk model Xpander dan Xpander Cross, tingkat kandungan lokal telah mencapai lebih dari 80 persen," kata Kato kepada kumparan, (7/9).
Kato menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan komparatif yang menjadikannya sangat ideal sebagai pusat manufaktur otomotif berskala global.
"Indonesia memiliki beberapa keunggulan kompetitif sebagai basis produksi untuk ekspor, antara lain tenaga kerja yang kompetitif, kapabilitas manufaktur yang terus meningkat, serta ekosistem pemasok lokal yang semakin kuat," ujar Kato.
Pusat produksi di Indonesia juga dipercaya untuk memegang peran penting dalam pembuatan berbagai komponen inti kendaraan secara mandiri.
"Selain itu, beberapa komponen strategis diproduksi dan dipusatkan di Indonesia, sehingga membantu meningkatkan daya saing biaya serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor utama Mitsubishi Motors," imbuh Kato.
Berkat tingginya efisiensi dan daya saing tersebut, pabrik MMKI sukses melaksanakan total pengiriman ekspor sebanyak 84.971 unit ke lebih dari 65 negara sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Langkah lokalisasi yang mendalam ini terbukti tidak hanya menekan biaya produksi, namun juga membentengi efisiensi manufaktur Indonesia dari ketidakpastian rantai pasok global.
Berikut data produksi dan ekspor Mitsubishi Indonesia berdasarkan Gaikindo
Total produksi MMKI (130.025 unit)
Januari: 15.630 unit
Februari: 18.229 unit
Maret: 11.699 unit
April: 13.743 unit
Mei: 15.702 unit
Juni: 18.555 unit
Juli: 18.942 unit
Agustus: 17.525 unit.
Total ekspor CBU MMKI (84.971 unit)
Januari: 9.436 unit
Februari: 8.710 unit
Maret: 9.057 unit
April: 7.345 unit
Mei: 12.974 unit
Juni: 14.623 unit
Juli: 12.380 unit
Agustus: 10.446 unit.
Total ekspor CKD Set MMKI (33.332 unit)
Januari: 3.644 unit
Februari: 6.172 unit
Maret: 3.364 unit
April: 4.528 unit
Mei: 4.006 unit
Juni: 3.776 unit
Juli: 5.172 unit
Agustus: 2.670 unit.
