Mobil Bekas Merek Ini Kurang Laku, Mengapa?

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil bekas Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil bekas Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparan

Menjual kendaraan kepada pedagang mobil bekas (mobkas) jadi pilihan, kala akan mengganti mobil baru atau dalam kondisi BU, alias butuh uang.

Namun kadang prosesnya tak berjalan mulus, lantaran pedagang mobkas yang punya kriteria sendiri saat membeli unit, untuk mereka jual kembali. Walaupun dibeli, mereka akan menawar sangat rendah.

Iya walaupun umumnya mereka akan cepat membeli, bila kondisi keseluruhannya baik dan rekam jejak servisnya lancar.

Mobil bekas asal Amerika Serikat

Ford Escape bekas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Nah salah satu yang jadi pertimbangan mereka adalah terkait merek mobilnya. Demikian disampaikan Andi, pemilik diler Jordy Mobil di Mega Glodok Kemayoran (MGK).

Umumnya di sini mobil kayak Ford kecuali Everest, misal ada yang lain saya enggak mau ambil," katanya saat ditemui kumparan belum lama ini.

Mobil bekas Chevrolet Trax. Foto: dok. Istimewa

Andi beranggapan, mobil-mobil pabrikan Amerika umumnya memiliki biaya perawatan dan suku cadang yang tinggi. Peminatnya pun terbilang minim, sehingga akan membutuhkan waktu lama guna menjualnya.

"Ya Chevrolet juga ya," tandasnya.

Mobil bekas asal Korea Selatan dan China

Hyundai i10. Foto: dok. wikimedia

Selain mobil berdarah Amerika, Andi juga mengungkapkan sulit menerima mobil bekas dari pabrikan yang jualannya di Indonesia tak banyak.

"Model Korea juga sih kayak Hyundai atau Kia, sama mobil China juga sekarang di sini banyak yang tolak," katanya.

Lagi-lagi alasannya sama, mobil sulit dijual kembali gara-gara pembelinya yang kurang banyak. Khusus mobil keluaran Wuling atau DFSK, katanya populasinya belum banyak, sehingga pasarnya juga belum terbentuk.

DFSK Glory 560 Foto: Ikbal Muhammad

Itulah sebabnya merek Jepang paling mudah diterima pedagang mobil bekas. Jualnya mudah dan cepat, kemudian apabila dibeli secara kredit, perusahaan pembiayaan pun juga tak segan memberikan uang muka ringan.

"Kayak Hyundai atau Kia misal dibeli kredit itu susah, karena leasing kasih uang mukanya tinggi. Makanya orang mikir-mikir, padahal mobil itu kualitasnya bagus," pungkasnya.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

collection embed figure

***

Saksikan video menarik di bawah ini.