Mobil Listrik Hyundai IONIQ 9 Raih Bintang Lima Euro NCAP

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tes tabrak Hyundai IONIQ 9 di Euro NCAP. Foto: Dok. Euro NCAP
zoom-in-whitePerbesar
Tes tabrak Hyundai IONIQ 9 di Euro NCAP. Foto: Dok. Euro NCAP

Hyundai IONIQ 9 yang merupakan mobil listrik SUV 7-penumpang melakoni uji tabrak di Euro NCAP. Hasil uji tabrak mobil listrik tiga baris ini berhasil meraih predikat tertinggi, yakni bintang lima.

Berdasarkan laman resmi Euro NCAP, IONIQ 9 tak hanya unggul dalam teknologi elektrifikasi, tetapi juga soal keselamatan.

Dalam pengujian tersebut, Hyundai IONIQ 9 harus melewati serangkaian skenario tabrakan, baik dari arah depan maupun samping, untuk memastikan kekuatan rangka bodi dan keandalan sistem airbag.

Hasilnya, mobil listrik berukuran bongsor ini mencatat skor perlindungan penumpang dewasa sebesar 84 persen. Semua airbag bekerja dengan baik saat terjadi benturan, sementara rangka bodi terbukti mampu menjaga ruang kabin tetap aman sehingga cedera serius pada penumpang dewasa dapat dihindari.

Tes tabrak Hyundai IONIQ 9 di Euro NCAP. Foto: Dok. Euro NCAP

Keamanan untuk penumpang anak-anak juga mendapat perhatian besar. IONIQ 9 meraih skor 87 persen berkat kehadiran dudukan ISOFIX yang kokoh untuk kursi balita dan anak. Saat diuji tabrak, sistem pengaman tersebut tetap terpasang dengan sempurna sehingga risiko cedera serius dapat ditekan secara signifikan.

Namun, skor untuk perlindungan pejalan kaki atau pedestrian sedikit lebih rendah, yakni 77 persen. Uji tabrak menunjukkan bahwa bagian kap mesin cukup ramah ketika terjadi benturan dengan pejalan kaki atau pesepeda, tetapi benturan pada pilar A masih menyimpan potensi bahaya yang dapat menimbulkan cedera lebih serius.

Meski begitu, secara keseluruhan angka ini tetap tergolong baik untuk sebuah SUV listrik berukuran besar.

Tes tabrak Hyundai IONIQ 9 di Euro NCAP. Foto: Dok. Euro NCAP

Keunggulan lain hadir pada fitur Safety Assist yang mencatat skor 83 persen. Sistem bantuan berkendara canggih seperti rem otomatis darurat, pengingat sabuk pengaman, hingga teknologi mengemudi semi-otonom mampu bekerja dengan halus dan presisi selama pengujian.

Hal ini menjadi bukti bahwa Hyundai menempatkan keselamatan aktif sebagai prioritas utama dalam pengembangan IONIQ 9.

Tes tabrak Hyundai IONIQ 9 di Euro NCAP. Foto: Dok. Euro NCAP

Hyundai IONIQ 9 di Indonesia

Tak hanya mengukir prestasi di Eropa, Hyundai IONIQ 9 juga dikabarkan bersiap meramaikan pasar otomotif Indonesia. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan bahwa SUV listrik terbesar mereka akan segera hadir di Tanah Air.

Hyundai Ioniq 9 di Korea Selatan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Hyundai tengah mempertimbangkan dua opsi, yakni menghadirkan IONIQ 9 secara CBU (Completely Built Up) langsung dari Korea Selatan atau memulai produksi lokal di pabrik Hyundai di Cikarang. Keputusan ini akan menyesuaikan dengan permintaan pasar dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik.

“Untuk IONIQ 9 kami punya dua konklusi. Pertama Hyundai berencana melakukan produksi di tahun depan. Konklusi kedua, kami akan coba membawa secara CBU (Completely Built Up) dari Korea Selatan terlebih dahulu tahun ini untuk diperlihatkan ke konsumen-konsumen Indonesia,” kata Ju Hun Lee saat kumparan mengikuti test drive Hyundai Creta di Lampung pada Kamis (6/2/2025).

Hyundai Ioniq 9 di Korea Selatan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Soal harga, Hyundai IONIQ 9 di Korea Selatan dibanderol mulai sekitar 60 juta won atau setara Rp 682 jutaan untuk varian dasar. Di Indonesia, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang sudah terdaftar sekitar Rp 699 juta.

Meski demikian, harga jual ke konsumen dipastikan lebih tinggi setelah ditambahkan pajak dan biaya lain, terutama bila unit pertama masuk sebagai mobil CBU.

Hyundai Ioniq 9 di Korea Selatan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Dari sisi spesifikasi, Hyundai IONIQ 9 dibekali baterai berkapasitas 110,3 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 620 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Pengisian daya juga terbilang cepat, karena dengan charger berdaya 350 kW, baterai dapat diisi dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 24 menit.

Dimensi mobilnya sendiri tergolong besar dengan panjang 5.060 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 1.790 mm, dan wheelbase 3.130 mm, menawarkan ruang kabin yang lapang untuk tujuh penumpang.