Mobil Listrik Xiaomi SU7 Meluncur Maret 2024, Bukan Buat Kaum Mendang-mending
ยทwaktu baca 3 menit

Teka-teki kepastian peluncuran mobil listrik sport Xiaomi SU7 terjawab sudah. Pabrikan berencana akan melepas dan membuka pesanan perdananya pada 28 Maret mendatang, setelah berhasil mengantongi sertifikasi kelayakan dari otoritas transportasi China.
Jelang debut resminya beberapa bulan lagi, Xiaomi ternyata belum kunjung mengungkapkan harga pastinya. Rumor menyeruak, banderol SU7 baru akan dirilis bersamaan dengan peluncurannya kelak, disitat Car News China.
CEO and Founder Xiaomi, Lei Jun sempat mendapat cibiran dari beberapa penggemar perusahaan teknologi Tiongkok itu, terkait spekulasi harga SU7 yang disebutnya tak bakal murah. Publik sempat menebak harga yang dinilainya tidak masuk akal.
"Cukup dengan gurauannya, mobil itu tidak akan dihargai 140 ribu Yuan (Rp 300 jutaan). Kami ingin publik menaruh rasa hormat terhadap teknologi canggih yang disematkan pada kendaraan ini," kata Lei Jun saat perkenalan pertama Xiaomi SU7 akhir tahun lalu.
Pernyataannya dinilai beralasan, sebab Xiaomi membangun mobil listrik pertamanya itu secara mandiri. Total investasi yang sudah digelontorkan mencapai 10 miliar Yuan atau lebih dari Rp 21 triliun untuk fase riset dan pengembangan.
Mereka memiliki lebih dari 3.400 engineer dan lebih dari ribuan pakar teknisi dari dalam dan luar China. Misalnya dari aspek desain mobil, perusahaan mengandalkan Li Tianyuan yang tak lain adalah mantan orang BMW yang ikut merancang BMW i Vision Circular concept, BMW iX, dan the new 7 series.
Tak cuma sampai di situ, ada nama James Qio yang pernah bekerja di Mercedes-Benz. Ciamik dari aspek desain saja tak cukup karena mobil ini memiliki nilai koefisiens hambatan (Cd) yang rendah yakni 0,195, di samping bahasa desainnya mirip dengan mobil besutan Eropa.
Masih ada lagi, soal teknologi Xiaomi mengedepankan pengembangan mereka pada teknologi inti mobil listrik itu sendiri, yakni E-Motor, Battery, Xiaomi Die-Casting, Xiaomi Pilot Autonomous Driving, dan Smart Cabin.
Xiaomi SU7 disuntik motor listrik pengembangan mandiri, yakni E-motors HyperEngine V6/V6s dan HyperEngine V8. Sejumlah teknologi yang disematkan pada E Motor termasuk Bidirection Full Oil Cooling Technology, desain sirkuit oli S-shaped, dan penggunaan laminasi baja silikon.
HyperEngine V8 bisa berputar 27.200 rpm dan menghasilkan 569 dk dan torsi 635 Nm, dan diklaim menjadi yang terbuas untuk sebuah motor listrik. Motor listrik tersebut mengaplikasikan plat ultra high-strength silicon steel dengan gaya tarik 960MPa, yang mana dua kali lipat lebih tinggi dari standar yang biasa dipakai industri.
Sementara pada sistem pendingin, HyperEngine V8 mengadopsi sebuah sistem bernama Bidirectional Full Oil Cooling Technology dan rancangan sirkuit oli S-shaped. Makanya, Xiaomi 'pede' banget membandingkan SU7 dengan mobil listrik ternama lainnya seperti Tesla atau bahkan Porsche.
Dengan berbagai teknologi dan inovasi yang dikemas, mobil listrik Xiaomi SU7 ini diprediksi bakal dijual paling murah sekitar Rp 600 jutaan. Tepat, bukan buat yang kaum mendang-mending.
***
