Mobil Pakai Rem Cakram? Jangan Lupakan 3 Hal Ini

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perawatan cakram mobil Foto: dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Perawatan cakram mobil Foto: dok. Pixabay

Piranti pengereman ternyata wajib dicek rutin kondisinya. Di luar pengecekan setiap 10 ribu km saat perawatan berkala, sistem pengereman harus dipastikan bekerja dengan baik.

Sebab apabila diabaikan, salah-salah kerjanya terganggu. Dampaknya, sulit untuk menghentikan laju mobil dan tentunya mengancam keselamatan. Apalagi kalau piringan cakram sudah teroksidasi, kemudian mobil didiamkan dalam waktu yang lama, bisa-bisa membuat permukaannya berlubang.

Guna mengatasi tersebut, Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko, berbagi tipsnya. Setidaknya ada tiga cara mudah yang dapat dilakukan, berikut ini ulasannya.

1. Ganti kampas sesuai waktunya

Idealnya sesuai anjuran buku servis, pada pemakaian normal, penggantian kampas rem dilakukan tiap 60 sampai 70 ribu km untuk mobil manual.

Ilustrasi penggantian kampas rem mobil. Foto: Autoindustriya.com

Sementara pada mobil bertransmisi matik setiap 35 sampai 40 ribu km sekali, ini karena mobil matik tidak menggunakan engine brake untuk perlambatan, melainkan hanya memanfaatkan rem.

"Perhatikan umur pakai kampas rem. Selalu ganti kampas rem sesuai rekomendasi OEM, baik untuk jarak waktu penggantiannya dan merek atau spesifikasi yang dianjurkan," ujar Danang kepada kumparan, beberapa waktu lalu.

2. Perhatikan tempat parkir

Kemudian tak kalah penting, pastikan tempat parkir dalam keadaan kering meski keadaannya lembab. Maksudnya, jangan biarkan ban ditinggal dengan kondisi terendam air, apalagi dalam waktu lama.

Bercak coklat mirip karat pada cakram mobil Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Jelas Danang, pada situasi tersebut, oksidasi atau pemunculan karat pada cakram akan cepat terjadi. Walaupun ketika dijalankan kembali karat bisa terkikis, oksidasi yang ekstrem bisa membuat permukaan cakram tidak mulus lagi.

"Yang jadi masalah adalah ketika oksidasi berkembang menjadi korosi, mengakibatkan piringan cakram berlubang (pitting) atau permukaannya jadi bopeng (scoring)," timpalnya.

3. Jadwalkan pemeriksaan berkala

Terakhir, sesuai durasi penggunaan, piringan cakram juga dapat terkikis. Hal ini karena kampas rem yang kotor.

Karena melibas berbagai permukaan jalan, tak ayal bila banyak kotoran utamanya pasir menempel pada dinding kampas. Pasir yang ikut bergesekan dengan cakram, lama kelamaan membuat permukaannya tidak rata.

Perawatan cakram mobil Foto: dok. autotrainingcentre

Memang mudahnya mengatasi hal ini dengan rutin menyemprotkan air bertekanan pada bagian cakram, dan kampas rem supaya kotorannya lepas. Maka dari itu, supaya tidak terlalu parah kerusakannya, ada baiknya lakukan pemeriksaan ringan di luar perawatan berkala.

"Secara berkala, lakukan inspeksi untuk melihat tingkat gerusan cakram (akibat gesekan). Konsultasikan ke bengkel resmi jika alur pada piringan terlihat dalam," tuntas Danang.